ADA MASA DEPAN

Baca: Amsal 24:13-20


Bacaan tahunan: Ulangan 32-34

Menteri Luar Negeri AS, Jenderal Colin Powell pernah membuat "blunder" dalam sebuah pidatonya. Sesaat setelah ia berpidato di depan forum PBB, ia menyadari ada sebagian catatan pidatonya didasarkan pada informasi yang salah. Betapa malunya! Dan kesalahan itu dirasanya telah mencoreng perjalanan karir politiknya. Ia menyatakan andai saja ada orang yang memberitahu kesalahan teks pidatonya waktu itu, tapi itu tidak terjadi. Tetapi rasa kecewa itu tidak membuat Colin berhenti. Sebaliknya, ia tetap memilih fokus kepada masa depannya dan tidak "menengok ke belakang" melihat kebodohan di masa lalu.

Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami peristiwa yang memalukan. Kesalahan itu terjadi mungkin berupa ketidaksengajaan kita, kegagalan atau keputusan salah yang kita lakukan. Tidak sedikit dari kita merasa kecewa berkepanjangan, merasa diri gagal, dan kehilangan masa depan. Benarkah sebuah kesalahan di masa lalu dapat menghancurkan masa depan kita?

Masa lalu yang memalukan mungkin menjadi salah satu bagian hidup kita, namun hal itu tidak seharusnya membuat kita menyerah kalah. Bukankah kita mendengar janji: Ketika kita mendapat hikmat (pribadi Tuhan) maka ada masa depan dan harapan yang tidak akan hilang? Bahkan peristiwa memalukan dan kebodohan yang pernah kita lakukan di masa lalu pun tidak lagi diingat Tuhan. Tuhan tidak ingin melihat hidup kita terpuruk, Ia menghendaki diri kita bangkit dan melangkah kepada masa depan dan harapan baru yang sudah disediakan-Nya. --SYS/www.renunganharian.net


SEBURUK APA PUN KESALAHAN KITA DI MASA LALU, TUHAN TETAP MENYEDIAKAN MASA DEPAN BAGI ORANG YANG MENGANDALKAN-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media