APAKAH UPAHKU?

Baca: Matius 6:1-4


Bacaan tahunan: Yesaya 52-57

Seorang turis mengunjungi pusat kerajinan lokal di sebuah daerah tujuan wisata. Karena tertarik pada sebuah barang yang terpasang di salah satu kios, ia bertanya kepada si pemilik apakah diperbolehkan memotretnya. "Jika engkau memberiku lima puluh ribu, silakan saja." Turis itu mengambil foto seperlunya. Lalu, sambil tersenyum ia memberikan uang dan berkata, "Tadinya saya akan memberikan lebih besar dari ini jika Anda membiarkan saya mengambil foto secara gratis."

Dalam salah satu bagian dari khotbah di atas bukit, Yesus mengajarkan dengan tegas tentang hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh murid-murid-Nya-tentang memberi sedekah (ay. 2), berdoa (ay. 5), dan berpuasa (ay. 16). Melakukan hal-hal tersebut hanya untuk dilihat orang dan bukan untuk menyenangkan hati Allah adalah sebuah kesalahan besar. Bagi orang yang melakukannya, Dia berkata bahwa "mereka sudah mendapatkan upahnya." Artinya, mereka sudah mendapatkan upah yang mereka harapkan, yaitu penghargaan manusia, dan mereka tidak lagi mendapatkan bagian dalam hadiah yang telah dipersiapkan Allah.

Setiap kali melakukan suatu tugas atau pekerjaan, kiranya kita menjauhkan diri dari pikiran yang berfokus pada upah materiel yang akan kita dapatkan. Kita melakukannya bagi kemuliaan Tuhan. Karena itu, hendaknya kita senantiasa mengingat dan menyadari bahwa setiap tugas dan perbuatan yang kita lakukan adalah untuk sebuah mahkota kemuliaan surgawi. --YES/www.renunganharian.net


UPAH ORANG PERCAYA NILAINYA JAUH MELEBIHI APA PUN DARI DUNIA INI.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media