BEBAN ADA BATASNYA

Baca: Yesaya 10:20-27a


Bacaan tahunan: Mazmur 60-66

Suatu kali dalam ibadah, pengkhotbah mengundang setiap orang yang memiliki beban berat agar maju ke depan. Tak disangka, hampir semua orang maju, termasuk orang yang secara jasmani tak kekurangan apa pun.

Ada beban yang kita pikul akibat kesalahan sendiri, seperti sakit karena pola makan yang buruk, terbelit utang karena konsumtif, atau anak bermasalah karena kurang perhatian kita. Itulah yang terjadi pada orang Israel. Akibat kesalahan mereka sendiri, Yesaya menubuatkan bahwa mereka akan dibuang ke Babel. Namun, keterangan "pada waktu itu" dalam ayat ini menandakan bahwa Tuhan telah menetapkan masa berlaku beban itu. Artinya, beban itu hanya dialami pada rentang waktu tertentu dan satu saat pasti berakhir. Benarlah, akhirnya orang Israel bisa kembali ke negeri mereka.

Kita pasti hancur jika beban kita tak ada batas waktunya. Namun, Tuhan punya tujuan. Dia menginginkan hasil sehingga Dia tidak terus-menerus mendisiplinkan kita. Dia tahu waktu yang diperlukan untuk membentuk kita sehingga Dia akan mengangkat beban itu jika tujuan-Nya tercapai. Jangan takut, gelombang masalah memiliki batas waktu yang ditetapkan oleh-Nya. Jangan pula putus asa memikirkan kesalahan kita. Rencana-Nya yang baik tak dapat digagalkan oleh kegagalan kita. Seperti orang Israel yang bertobat dan bisa kembali ke negeri perjanjian, demikianlah Tuhan selalu menemukan cara agar kita kembali menjadi alat-Nya yang berguna sebab kuasa-Nya tidak ada batasnya. --ES/www.renunganharian.net


BEBAN KEHIDUPAN ADA BATASNYA, TETAPI KUASA TUHAN TIDAK ADA BATASNYA.


Navigation

Change Language

Social Media