BERANJAK DARI KEGAGALAN

Baca: Lukas 15:11-32


Bacaan tahunan: Kejadian 13-15

Tidak ada manusia yang tidak pernah gagal. Orang yang saat ini dianggap berhasil pun pasti sering mengalami kegagalan. Saat sekolah, saya pernah gagal dalam ujian, saat bekerja saya pernah gagal, saat mencari pasangan hidup saya pernah gagal. Saya selalu berusaha bangkit setiap kali gagal. Jadi, jangan menganggap diri sebagai satu-satunya orang yang sengsara karena sering gagal. Kita harus beranjak dari kegagalan.

Untuk beranjak, kita perlu menyadari kondisi yang kita alami dan tidak berusaha menyangkalnya. Kita dapat bangkit dengan berupaya memperbaiki atau mengatasi kegagalan itu. Dalam perumpamaan anak yang hilang, si bungsu mau beranjak dari kegagalan. Ia tidak menyangkal kondisinya yang sangat menyedihkan (ay. 16), sampai untuk makan ampas saja tak ada yang mau memberi. Ia sadar kondisi orang upahan di rumah bapanya jauh lebih baik dari dirinya. Ia sadar dirinya sudah berdosa terhadap surga dan terhadap bapanya, lalu memutuskan untuk kembali dan meminta ampun (ay. 18). Ia siap tidak disebut anak, menjadi hamba pun rela. Saat ia beranjak dari kegagalan, hal-hal baik terjadi dalam hidupnya. Bapanya tetap mengakuinya sebagai anak, dan kondisinya dipulihkan.

Kegagalan memang tidak enak dan menyakitkan, tetapi jangan terus terpuruk. Selalu bersedih, tidak mau berupaya dan takut mencoba membuat kita tenggelam dalam berbagai duka. Apa pun kegagalan kita saat ini, kita harus bisa beranjak demi kebaikan diri dan orang-orang yang mengasihi kita. --RTG/www.renunganharian.net


DARIPADA TERUS-MENERUS MENYESALI KEGAGALAN, LEBIH BAIK MENCOBA HAL BARU YANG POSITIF.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media