BERTUMBUH DALAM PERSEKUTUAN

Baca: Kisah Para Rasul 2:41-47


Bacaan tahunan: Kejadian 34-36

Saat tiba di tempat pelayanan baru, beberapa saudara seiman yang tergabung dalam persekutuan di tempat kerja kami mengunjungi saya. Selain datang untuk menyapa dan memberikan ucapan selamat datang, mereka berdoa dan mengajak saya bergabung. Walau telah cukup lama terlibat dalam dunia pelayanan, kunjungan ini mendatangkan kehangatan dan semangat untuk kembali bertumbuh dalam persekutuan di tempat yang baru.

Jemaat mula-mula tak hanya bertekun dalam berita keselamatan yang disebarkan oleh rasul-rasul, namun juga dalam persekutuan sebagai sesama orang percaya (ay. 42). Saat mereka memilih untuk bersekutu, segala keakuan dan mementingkan diri sendiri pun seolah sirna. Milik pribadi menjadi milik bersama (ay. 44), selalu berbagi (ay. 45), riang gembira dan hidup dengan ketulusan (ay. 46). Persekutuan mereka tak hanya berdampak bagi mereka, namun juga bagi orang luar yang menyaksikan.

Koinonia dalam Perjanjian Baru selain diterjemahkan sebagai "persekutuan" juga diterjemahkan dengan kata-kata, "kontribusi, " "berbagi, " dan "partisipasi." Masih banyak orang yang enggan bergabung dan melibatkan diri secara aktif melalui persekutuan yang ada di sekitarnya. Ada yang karena merasa tak punya banyak waktu, ada yang karena enggan berbagi, tak mau repot dan sebagainya. Kiranya kita menyadari bahwa kehadiran kita dalam persekutuan memungkinkan kita menjadi bagian dalam pekerjaan Tuhan dan melakukan sesuatu bagi-Nya. Kita tak hanya melakukan sesuatu secara bersama namun terlebih untuk melakukan kehendak Tuhan bersama-sama. --YES/www.renunganharian.net


PERSEKUTUAN YANG BAIK ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT KRISTUS DIKENAL JAUH LEBIH BAIK.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media