DI BALIK TOPENG

Baca: Matius 23:1-36


Bacaan tahunan: Kejadian 37-39

Mudah bagi kita untuk mendapatkan sebuah topeng karena topeng banyak dijual di pasaran. Saat memakai topeng, wajah tidak lagi mudah dikenali karena yang tampak di depan adalah wajah dari topeng yang dipakainya. Topeng bersifat sementara, tidak dapat digunakan terus-menerus, dan harus dilepas. Sekalipun seseorang sudah memakai topeng, dirinya bukanlah pribadi dari topeng itu. Sesungguhnya, dia tetaplah pribadi di balik topeng.

Dalam Matius 23:1-36, Yesus menegur ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang terus-menerus memakai topeng kerohanian. Mereka hidup seolah di dalam kesempurnaan tetapi sebenarnya jauh dari standar Allah. Bukan hanya di zaman Yesus tetapi dalam kekristenan masa kini banyak juga orang yang hidup dengan memakai topeng kerohanian. Mereka rapi menutupi kebobrokan hidup dengan kesalehan palsu. Untuk orang-orang demikian, Yesus mengumpamakan mereka sama seperti kuburan yang dicat putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (ay. 27).

Mari kita bersama-sama mengoreksi diri. Mari bertanya pada diri kita sendiri, "Apakah selama ini saya memakai topeng kerohanian?" Apabila jawabannya adalah "Ya", marilah kita dengan penuh kerendahan hati melepaskan topeng tersebut. Tidak perlu takut dengan kecacatan rohani yang akan tampak sebab Tuhan menerima kita sebagaimana adanya. Bagian kita adalah mempersiapkan diri untuk dibentuk-Nya menjadi pribadi yang sempurna, tetapi tanpa dihiasi kepura-puraan. --LIN/www.renunganharian.net


MANUSIA DAPAT MENIPU SESAMANYA TETAPI TIDAK MUNGKIN DAPAT MENIPU TUHAN SEBAB DIA ADALAH ALLAH YANG MAHATAHU.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media