HANYA BERSIFAT SEMENTARA

Baca: 2 Korintus 12:1-10


Bacaan tahunan: Yesaya 27-31

Dinda (bukan nama sebenarnya) didiagnosis terkena kanker stadium dua. Keluarganya mengupayakan berbagai pengobatan, termasuk berobat ke luar negeri. Namun, kanker itu tak kunjung sembuh dan malah makin menyebar. Dokter memvonis usianya tinggal beberapa bulan. Keluarganya sangat sedih, tapi Dinda malah tenang. "Sakitku hanya sementara dan aku senang segera bertemu Tuhan. Jadi, untuk apa sedih?" katanya.

Tak ada satu pun ayat di Alkitab yang menjamin kita terbebas dari kesulitan hidup karena mengikuti Yesus dengan setia. Paulus rasul yang setia dan sangat giat memberitakan Injil ke berbagai tempat dan mendirikan jemaat. Apakah hidup Paulus enak dan nyaman? Sama sekali tidak, Paulus sering mengalami penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Namun, Paulus bersyukur bahwa dalam kelemahannya ia dapat menyaksikan kekuatan Tuhan dinyatakan. Itulah yang membuatnya tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan. Kekuatan Tuhan yang berlimpah dalam hidupnya memampukannya terus berjuang menjalankan panggilan hidupnya.

Selama kita hidup dan setia mengikuti Tuhan, kesulitan dan tantangan hidup tetap datang silih berganti. Bahkan ada yang tak teratasi dalam hidup ini, seperti penyakit terminal atau kecelakaan yang mengakibatkan cacat seumur hidup. Meskipun begitu, saat kita memiliki pengharapan di dalam Kristus, kita akan menjalani semuanya itu dengan hati tenang karena penderitaan itu hanya sementara. Kelak kita akan berjumpa dengan Yesus dan menikmati kehidupan baru di surga. --RTG/www.renunganharian.net


PENGHARAPAN YANG TEGUH KEPADA TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI SETIAP KESULITAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media