HIKMAT DALAM KEPUTUSAN

Baca: 1 Raja-raja 3:4-10


Bacaan tahunan: Yesaya 43-46

Saat libur, si sulung ingin ke pantai untuk berenang. Namun, si bungsu mengusulkan untuk mengunjungi nenek di desa. Setelah menimbang sejenak, ayah memutuskan memilih usul si bungsu. Untuk si sulung, ayah berjanji menemaninya berenang di sungai jernih dekat rumah nenek. Seluruh keluarga menyambut gembira keputusan ayah.

Pada waktu raja Salomo pergi mempersembahkan kurban bakaran di Gibeon, Tuhan menampakkan diri dalam suatu mimpi dan berfirman, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu" (ay. 4-5). Bukannya meminta umur panjang, kekayaan, atau kekuasaan, Salomo meminta hikmat untuk memimpin umat Tuhan yang begitu besar (ay. 7-9). Salomo menyadari bahwa kokohnya suatu kerajaan bergantung pada hikmat rajanya. Tuhan berkenan atas permintaan Salomo dan memberikan kepadanya hikmat yang luar biasa. Terbukti, pada waktu terjadi perselisihan antara dua orang perempuan yang memperebutkan seorang bayi, Salomo dapat menyelesaikannya dengan bijaksana (1 Raja-raja 3:16-28).

Beberapa orang takut atau ragu-ragu ketika harus mengambil keputusan. Keputusan yang salah tentu merugikan, tetapi tidak berani mengambil keputusan juga tidak dapat dibenarkan. Semakin kita dewasa, kita harus belajar mengambil keputusan. Seperti Salomo, kita perlu berdoa memohon hikmat agar Tuhan memampukan kita untuk mengambil keputusan dengan bijaksana. Kita juga membiasakan diri mengasah hati dan pikiran dengan mendalami firman Tuhan agar hidup kita diperkaya hikmat Tuhan. --LIN/www.renunganharian.net


KITA AKAN MENJADI SEMAKIN PERCAYA DIRI DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN KETIKA KITA TAHU BAHWA KITA BERJALAN DALAM TUNTUNAN TUHAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media