IMAN YANG BERBUAH

Baca: Matius 23:1-12


Bacaan tahunan: Ulangan 11-13

Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dengan keras, bukan karena apa yang mereka ajarkan, melainkan karena mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan. Para ahli itu suka duduk di bagian paling depan di rumah ibadah, tetapi terlalu sibuk mengajar orang banyak. Mereka duduk di tempat terhormat dan melakukan pekerjaan hanya agar dilihat baik dan dipuji orang. Mereka lupa hal terpenting yang ada dalam ajaran itu sendiri. Mereka melupakan keadilan dan rasa belas kasihan pada sesama.

Pendalaman akan firman Tuhan bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan, melainkan yang tidak kalah penting adalah menjaga kita tetap bertumbuh dan berbuah dengan menerapkannya dalam keseharian. Kita berusaha menjaga perilaku selaras dengan hati kita yang sudah diperbarui Allah melalui firman-Nya. Dengan demikian, aktivitas pelayanan yang kita lakukan bukan untuk dipandang sebagai orang yang hebat dan bukan sebatas kewajiban.

Melalui perbuatan kita, orang lain harus dapat merasakan kasih Kristus. Bukan untuk menuai pujian atas kehebatan kita, melainkan sebagai bentuk ketaatan kita pada Tuhan yang layak ditinggikan. Karya keselamatan yang kita terima melalui Kristus dapat kita perlihatkan agar membawa kesaksian yang baik bagi orang lain. Maka, kita akan bersukacita atas firman yang kita terima serta tetap berusaha agar iman kita berbuah dalam hati dan perbuatan. --JSH/www.renunganharian.net


FIRMAN YANG KITA DENGAR HARUSLAH BERBUAH DALAM TINDAKAN KITA DAN SENANTIASA MENGALIR KE DALAM HIDUP ORANG LAIN.


Navigation

Change Language

Social Media