JEJAK SANG PENABUR

Baca: Matius 6:5-15


Bacaan tahunan: Ezra 10

Jejak ekologi (ecological footprint) merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan oleh manusia terhadap alam. Metode ini tidak bisa dilepaskan dari isu kerusakan lingkungan yang mengemuka kala alam dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak mengenal batas.

"Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap manusia, " ujar Mahatma Gandhi, "tetapi tidak cukup untuk memuaskan ketamakannya." Selama kerakusan tidak dapat dijinakkan, alam tidak akan sanggup memuaskan kebutuhan manusia. Kerusakan lingkungan dikhawatirkan akan menyeret dunia pada kebinasaannya.

Yesus meninggalkan jejak kebenaran dalam Doa Bapa Kami untuk menjinakkan kerakusan dalam diri manusia. "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" adalah doa dan sekaligus sikap mental anak Tuhan dalam menyikapi kebutuhan hidup mereka. Doa berbicara tentang permohonan dan ucapan syukur, sedangkan sikap mental menunjukkan cara berpikir dan bertindak. Perpaduan keduanya akan berdampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan yang berpadanan dengan karakter ilahi.

Kata "secukupnya" menjadi patokan yang dapat digunakan untuk memberikan batas yang jelas bagi kebutuhan manusia. Batas ini akan membawa manusia sampai pada kearifan untuk hidup berdamai dengan alam. Kearifan inilah yang menunjukkan jejak Sang Penabur Sejati hadir melalui sikap yang memanfaatkan alam dengan mempertimbangkan keberlanjutannya bagi pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. --EML/www.renunganharian.net


KATA "CUKUP" SANGGUP MENJEMBATANI KEBUTUHAN MANUSIA DAN KETERBATASAN ALAM.


Navigation

Change Language

Social Media