KECEMBURUAN DALAM BEKERJA

Baca: Daniel 6:1-8


Bacaan tahunan: Yesaya 58-63

Seorang kawan yang sedang bekerja di sebuah instansi suatu ketika bercerita kepada saya tentang sikut-menyikut di tempat kerjanya. Karena ingin memperoleh jabatan tertentu, beberapa kali ia mendengar dari rekan-rekannya, ada orang yang rela membayar pejabat yang lebih tinggi kedudukannya agar keinginan mereka diluluskan. Untuk menjegal orang lain, kasak-kusuk yang belum jelas kebenarannya disebar. Bukannya menunjukkan prestasi cemerlang, orang-orang demikian suka main belakang.

Daniel hidup pada masa transisi pemerintahan di Babel. Di Daniel 5 dan 6 kita bisa membaca bahwa Belsyazar dikalahkan Darius, dan kerajaan itu kemudian dikuasainya. Daniel mengesankan Belsyazar karena ia bisa membaca tulisan aneh di dinding sehingga ia diberi kekuasaan sebagai orang ketiga oleh Belsyazar (Dan. 5:29), walaupun pada keesokan harinya kerajaan yang dipimpin Belsyazar itu ditaklukkan Darius.

Saat Darius berkuasa, Daniel pun diberi kekuasaan yang sangat tinggi sehingga membuat pejabat-pejabat pemerintah lain cemburu kepadanya. Di Daniel 6 kita membaca bahwa Daniel akhirnya dimasukkan ke gua singa, tetapi di sana Tuhan melindunginya, singa-singa tak menyentuhnya. Ketika kita tergoda merindukan jabatan atau kekuasaan di dunia ini, yakinkah kita bahwa kita disertai Tuhan walaupun kita dimasukkan ke dalam "gua singa"? Atau, sebaliknya, karena dikuasai kecemburuan, kita berupaya menjebloskan orang lain ke dalam "gua singa" agar ia tak mendapatkan kekuasaan? --SN/www.renunganharian.net


ADA ORANG YANG IRI, LALU BERUPAYA BERPRESTASI; NAMUN, ADA YANG IRI, LALU DIKUASAI SAKIT HATI.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media