MEMBERI DENGAN CUMA-CUMA

Baca: Matius 10:5-15


Bacaan tahunan: Yohanes 17-18

Suatu ketika, saya menerima pemberian suntikan insulin berbentuk pena, yang dikemas dalam kardus. Setelah saya lihat isinya, ternyata ada sebagian jenis insulin yang berbeda dengan insulin yang biasa dipakai oleh ibu saya. Akhirnya, daripada obat tersebut terbuang percuma karena tidak terpakai, saya pun berniat menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Sempat muncul keinginan untuk menjual suntikan insulin tersebut, minimal separuh dari harga jual di pasaran, tetapi keinginan tersebut segera saya tepis. Apalagi ketika dalam hati seperti ada suara yang mengingatkan, "Kamu telah menerima dengan gratis, maka berikanlah kepada orang lain secara gratis."

Dorongan suara dalam hati tersebut mengingatkan saya akan pesan yang diterima oleh para murid sebelum memberitakan Injil. Tuhan memberi kuasa kepada mereka untuk menyembuhkan orang sakit, menahirkan orang kusta, mengusir setan, bahkan membangkitkan orang mati. Yesus juga berpesan agar kuasa yang Ia berikan kepada para murid secara gratis, hendaknya disalurkan kepada siapapun yang membutuhkan secara gratis pula. Ya, kuasa Tuhan memang tidak untuk diperjual-belikan dengan alasan apa pun, karena kuasa-Nya memang bukan barang dagangan!

Dalam kehidupan ini, tak semuanya harus dinilai atau dihargai dengan uang. Ada pemberian tertentu yang dapat diberikan secara cuma-cuma, karena kita pun menerimanya dari Allah tanpa perlu membayar. Sukacita besar akan kita alami ketika Allah berkenan memakai kita untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. --GHJ/www.renunganharian.net


PEMBERIAN SECARA CUMA-CUMA AKAN MEMBERI KESEMPATAN UNTUK BERKAT ALLAH DILIMPAHKAN BAGI KITA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media