MENCARI DAN MENYELAMATKAN

Baca: Lukas 19:1-10


Bacaan tahunan: Matius 10-11

Seorang pria yang dulunya pemabuk mengakui bahwa dirinya telah bertobat. Namun, tak banyak orang yang percaya bahwa ia sungguh-sungguh bertobat karena ia masih sering terlihat mendatangi bar langganannya sepulang kerja. Hal yang tak banyak diketahui orang adalah pria itu datang ke bar untuk bersaksi tentang pertobatannya kepada orang yang mau mendengar kisah hidupnya. Hingga akhirnya seorang pemuda merespons ceritanya, lalu bertobat, dan akhirnya menjadi pelayan Kristus.

Sejak semula, tujuan Tuhan menyelamatkan orang percaya bukan untuk kepentingan diri sendiri. Mereka yang telah "ditemukan dan diselamatkan" dalam anugerah-Nya, diharapkan dapat memberi diri dipakai Allah untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang "terhilang". Jika hal itu dilakukan, akan selaras dengan apa yang diteladankan oleh Tuhan Yesus, karena Dia sendiri rela datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan jiwa yang terhilang. Sayang, terkadang orang percaya abai terhadap kerinduan Tuhan ini sehingga masih banyak orang yang belum mendengar kabar keselamatan di dalam Kristus.

Kerinduan Tuhan akan keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang masih terus ada hingga hari ini. Memang Dia sendiri tidak lagi datang langsung ke dunia, seperti yang dahulu pernah dilakukan-Nya. Kini di tangan kitalah panggilan itu diarahkan, supaya Anak Manusia dapat bekerja melalui kuasa Roh-Nya, agar jiwa-jiwa dapat merespons panggilan kasih-Nya, bertobat, dan diselamatkan. Maukah kita merespons kerinduan-Nya? --GHJ/www.renunganharian.net


JIWA-JIWA YANG TERHILANG PERLU DICARI DAN DISELAMATKAN, TAK HANYA DIDOAKAN.


Navigation

Change Language

Social Media