MENENTANG PENYIMPANGAN

Baca: Galatia 4:12-20


Bacaan tahunan: 2 Raja-Raja 18-20

John Huss sang pembaharu dari Republik Ceko. Ia tampil membela keadilan sosial dan melawan gereja yang tak lagi mampu menilai kebenaran dengan baik. Ia menentang praktek penjualan surat pengampunan dosa berdasarkan standar keadilan dan kebenaran Alkitab. Akan aksinya itu, bukannya mendapat perlindungan, sebaliknya ia dipenjara, lalu dihukum mati pada 6 Juli 1415. Tanpa sehelai kain di badan dan terikat di sebuah tiang, Huss berdoa, "Tuhan Yesus Kristus, hanya karena Injillah aku melalui dengan sabar dan rendah hati dalam menghadapi kematian yang menakutkan, hina, dan kejam ini."

Kita diselimuti dengan ketidakadilan. Tak mudah untuk melawannya. Tak sedikit dari mereka yang melawan itu ditolak, dimusuhi, dicampakkan, bahkan meregang nyawa. Paulus dalam situasi yang sama mengalami banyak penolakan. Karena menegur penyimpangan dan menyatakan kebenaran, hubungannya dengan jemaat di Galatia menjadi renggang. Ia dimusuhi hingga ia berucap, "Apakah dengan menyatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?" Meskipun demikian, Paulus tak berubah sikap.

Sikap yang sama dibutuhkan dari kita. Memperjuangkan keadilan dan menentang penyimpangan harus menjadi ciri orang percaya. Seperti ungkapan John Stott, "Perjuangan menegakkan keadilan adalah tanggung jawab kita dan kita tak dapat melarikan diri dari fakta ini." Sebagai orang percaya, akankah kita memiliki keberanian untuk mengikut Kristus dan menentang penyimpangan atas nilai-nilai kebenaran? --PRB/www.renunganharian.net


DUNIA INI MEMBUTUHKAN ORANG-ORANG YANG BERANI MENENTANG KEJAHATAN YANG MERUPAKAN PENGHINAAN BAGI ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media