MENJAGA TITIPAN TUHAN

Baca: Ayub 1:1-5


Bacaan tahunan: Matius 13-14

Sepanjang tahun 2011-2015, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur di Indonesia menyumbang rata-rata 4.000 kecelakaan per tahun. Para orangtua mendapat kritik pedas karena mengizinkan anak-anak di bawah umur mengemudi kendaraan bermotor, karena tak peduli bahwa ketidakmatangan anak-anak itu membuat mereka rawan menjadi penyebab dan korban kecelakaan. Tentu, tak semua orangtua bersikap begitu. Tetapi, data itu menunjukkan bahwa di antara banyak bahaya yang mengintai anak-anak, tak sedikit yang bermula atau mendapatkan jalan justru dari keputusan orangtua.

Tetapi, tengok sikap Ayub. Pesta anak-anak Ayub itu pesta keluarga. Di rumah. Dengan ayah seperti Ayub, pesta itu jauh dari hal buruk. Namun, pikir Ayub, "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa." Maka, tiap kali pesta usai, Ayub mempersembahkan korban, menguduskan anak-anaknya. Alkitab mencatat, "Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."

Apa yang kita lihat pada Ayub? Orangtua yang mengasihi anak-anak, yang sadar bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawabnya, yang karenanya selalu berjaga dan mengambil langkah yang perlu agar hanya hal-hal baik yang terjadi pada anak-anaknya.

Sikap Ayub mengingatkan kita, orangtua, bahwa melindungi anak dari bahaya adalah kewajiban moral yang tak boleh ditawar. Mengapa? Karena anak kita adalah milik Tuhan, buah hati Tuhan, yang Tuhan titipkan kepada kita. Tuhan ingin agar kita dapat dipercaya. Maka, kita pun paham kita harus apa. --EE/www.renunganharian.net


MENJAGA ANAK-ANAK ADALAH KEWAJIBAN MORAL ORANGTUA. KEWAJIBAN MORAL AMAT PENTING YANG TAK BOLEH DITAWAR, APALAGI DIINGKARI.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media