MUDAH MEMINTA MAAF

Baca: 1 Yohanes 1:5-10


Bacaan tahunan: Ulangan 32-34

Bagi beberapa orang, meminta maaf sulit dilakukan. Alasannya beragam. Mulai dari takut ditolak atau tidak dimaafkan, tidak mau kelihatan lemah, tidak mau kehilangan harga diri, tidak mau kelihatan salah, atau karena sengaja cari gara-gara. Meminta maaf berhubungan dengan kerendahan hati. Seseorang yang sulit meminta maaf atau selalu merasa benar biasanya adalah orang yang sombong.

Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (ay. 5). Kalau kita mengaku sebagai anak terang, berarti kita memiliki persekutuan dengan Allah. Jadi, kalau kita tidak mau meminta maaf padahal kita bersalah atau melakukan suatu dosa, kita sebetulnya tidak melakukan kebenaran dan hidup dalam kegelapan (ay. 6). Orang yang hidup dalam terang tidak akan menutup-nutupi kesalahan dan dosanya. Ia dengan rendah hati mengakui, meminta maaf, dan siap menanggung konsekuensinya. Mengaku dosa tidak akan merendahkan diri kita, justru menunjukkan bahwa kita mau hidup dalam kebenaran. Salah satu bentuk pengakuan dosa adalah mudah meminta maaf, bukannya menggunakan berbagai alasan untuk membenarkan diri.

Kalau saat ini kita sulit mengakui kesalahan dan dosa, atau mengakuinya dengan menyalahkan kondisi atau orang lain sebagai penyebabnya, marilah belajar merendahkan hati. Kita adalah seorang pendusta jika kita berkata tidak pernah berbuat dosa sehingga tidak mau meminta maaf. Marilah kita sama-sama berusaha menjadi pribadi yang rendah hati, yang mudah mengakui dosa dan kesalahan. --RTG/www.renunganharian.net


SALAH SATU BUKTI KITA HIDUP DALAM KEBENARAN DAN RENDAH HATI ADALAH MUDAH MEMINTA MAAF.


Navigation

Change Language

Social Media