PENDAMPING SEJATI

Baca: 2 Timotius 4:9-18


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 8-10

Satu ungkapan berbunyi, "Banyak teman untuk tertawa, namun sedikit teman untuk menangis". Ini menunjukkan bahwa di saat kita mengalami kesulitan, hanya sedikit-bahkan kadang-kadang, tidak ada-orang yang rela mendampingi kita menjalani masa-masa sulit itu.

Karena pemberitaan Injil yang dilakukannya, Paulus mengalami banyak penderitaan (2Kor. 11:23-33). Surat 2 Timotius ini adalah surat terakhir yang ditulisnya dari penjara sebelum kematiannya. Saat itu, hanya Lukas yang menemaninya (ay. 11). Maka ia meminta anak rohaninya, Timotius untuk segera datang, dengan membawa Markus besertanya (ay. 9, 11). Beberapa rekannya tidak dapat hadir karena mereka memiliki tanggung jawab mengurus jemaat di kota-kota yang lain. Demas telah berbalik dari jalan Tuhan dan meninggalkannya (ay. 10). Pada pengadilannya yang pertama, semua orang bahkan meninggalkannya dan tak seorang pun membantunya (ay. 16).

Namun demikian, tidak ada tanda-tanda bahwa Paulus mengasihani diri, menyesal atau berputus asa. Ia tetap teguh pada imannya karena Tuhan sendirilah yang mendampingi dan menguatkannya (ay. 17), sehingga hatinya tetap berkobar untuk memberitakan Injil. Ia justru mendorong agar orang-orang percaya mengikuti teladannya, dan tetap setia mengikut dan melayani Tuhan.

Dalam segala situasi, hanya penyertaan Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita. Dan kita bersyukur, bahwa Dia tidak hanya hadir dalam situasi tertentu, melainkan setiap saat. Sebab hanya Dialah pendamping kita yang sejati. --HT/Renungan Harian


MENYADARI PENYERTAAN TUHAN MEMBERI KITA KEKUATAN DALAM MENGHADAPI SEGALA SITUASI, BAHKAN SAAT MENGHADAPI MAUT SEKALIPUN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media