PRIBADI YANG POSITIF

Baca: Matius 27:1-5


Bacaan tahunan: Yosua 7-8

Di suatu malam saat ada jadwal persekutuan Pemahaman Alkitab, tiba-tiba listrik padam. Sang pemimpin persekutuan merasa was-was jika anggota kelompoknya lebih memilih untuk tidur di rumah alih-alih berangkat persekutuan di hari yang gelap. Setibanya di tempat persekutuan, ia melihat bahwa semua anggotanya hadir. Mereka berkata: "Daripada di rumah sepi dan gelap, kami percaya di sini terang karena Bu Nani pasti menyediakan genset untuk penerangan."

Senangnya berada di lingkungan yang dipenuhi sikap positif! Setiap masalah berujung pada sukacita dan damai sejahtera. Sebaliknya, seseorang yang cenderung berpikir negatif seperti yang dilakukan Yudas. Mengetahui Yesus akan disalibkan, Yudas yang semula begitu bersemangat menjual-Nya seharga 30 keping perak dihantui rasa bersalah. Ia mengembalikan uang sebanyak 30 perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Ia menyesal dan mengaku telah menyerahkan darah orang tidak berdosa. Namun penyesalannya tidak mengubah keadaan. Orang-orang yang berniat membunuh Yesus mengatakan bahwa tindakan Yudas adalah urusannya sendiri. Yudas pun memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

Seandainya Yudas mau mengakui dosanya di hadapan Allah dan bertobat, Allah pasti mau mengampuninya. Ia pun berkesempatan mengalami pemulihan diri dan pemulihan hubungan dengan Allah. Sayang, Yudas melewatkan kesempatan baik itu karena pemikirannya sendiri. Berpikir dan bertindak secara positif adalah salah satu cara membuka kesempatan baik. --EBL/www.renunganharian.net


BERPIKIR DAN BERTINDAK SECARA POSITIF MEMBANGUN KEHIDUPAN.


Navigation

Change Language

Social Media