SAAT KITA TAAT

Baca: Keluaran 20:1-17


Bacaan tahunan: Mazmur 108-118

Kehidupan berbangsa di republik tercinta ini kadang diwarnai dengan perbuatan tercela segelintir orang yang mengatasnamakan Tuhan. Mereka secara demonstratif menonjolkan identitas-identitas "ketuhanan", sedangkan perbuatannya bertabrakan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Mau tidak mau, suka tidak suka, pesan yang kita dapat adalah orang boleh menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan, asal dilandaskan atas nilai-nilai "ketuhanan".

Bacaan kita hari ini bertentangan dengan interpretasi seperti di atas. Perintah-perintah Allah ini dapat dikatakan menjadi puncak keseluruhan Perjanjian Lama. Relasi mereka didasari oleh inisiatif penyelamatan Allah atas Israel. Atas dasar karya-Nya yang ajaib itu, Allah memberikan tuntutan dan perintah yang mesti ditaati. Kesepuluh perintah Allah ini justru bersifat teologis dan etis, karena bisa digolongkan ke dalam dua bagian besar: perintah yang berkaitan dengan Allah dan dengan manusia. Artinya, jika bangsa Israel hanya menaati perintah yang berkenaan dengan Allah, tetapi tak mengindahkan perintah tentang perilaku kepada sesama manusia, itu berarti tidak taat.

Ketaatan kita dipengaruhi relasi kita dengan Allah yang telah memberi keselamatan. Ketaatan dan relasi baik dengan Tuhan, harus tercermin dengan relasi kita dengan sesama. Saat kita taat, di situ akan tercermin karya dan kehebatan Allah di dalam ketaatan kita. Itulah arti berelasi dengan-Nya. Tidak akan ada artinya kita berelasi dengan Tuhan, kalau kita tidak mengasihi ciptaan-Nya. --ENO/www.renunganharian.net


SIAPA MENINDAS ORANG YANG LEMAH, MENGHINA PENCIPTANYA, TETAPI SIAPA MENARUH BELAS KASIHAN KEPADA ORANG MISKIN, MEMULIAKAN DIA.-AMSAL 14:31


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media