SEANDAINYA YUSUF KEPAHITAN

Baca: Kejadian 50:15-21


Bacaan tahunan: Ester 1-3

Seorang pengusaha tergerak memberi mobil untuk keperluan operasional sekolah dimana dahulu ia pernah dididik. Menariknya, dahulu ia pernah menerima hukuman dari salah satu guru akibat ketidaktaatannya pada peraturan sekolah. Peristiwa dan hukuman itu masih diingatnya dengan jelas, tetapi ia tidak sakit hati atau kepahitan. Seandainya ia sampai kepahitan, mobil itu mungkin tak pernah terkirim. Untunglah ia memilih menjaga hatinya tetap bersih, sehingga Tuhan dapat memakainya memberkati sekolah tersebut.

Alkitab mencatat kisah yang dialami Yusuf. Pernahkah kita berpikir apa yang akan dialami oleh Yakub dan keluarga besarnya, seandainya Yusuf sakit hati dan kepahitan, lalu ia membalas perbuatan dari kesebelas saudaranya? Kemungkinan besar mereka akan menderita kelaparan! Selain itu, Yakub sendiri mungkin tidak dapat melihat Yusuf serta dua cucunya, yang dilahirkan istri Yusuf di Mesir. Untunglah Yusuf memilih mengampuni perbuatan jahat dari saudara-saudaranya, karena ia menyadari bahwa kedatangannya ke Mesir merupakan bagian dari rencana besar Allah (ay. 20)- sekalipun faktanya Yusuf harus melewati berbagai peristiwa yang berpotensi membuatnya kepahitan.

Kepahitan yang tersimpan dalam hati tak hanya merugikan kita. Namun, hal itu juga dapat menghalangi kita untuk dipakai Allah menjadi saluran berkat. Jika hari ini masih ada peristiwa yang memahitkan kita dan belum kita bereskan, segeralah bereskan supaya hati kita kembali bersih dan kita layak dipakai Allah untuk menjadi berkat. --GHJ/www.renunganharian.net


HATI YANG BERSIH MEMBUAT ALLAH LEBIH LELUASA MEMAKAI SESEORANG MENJADI ALAT-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media