SESUATU YANG BARU

Baca: Yesaya 43:18-19


Bacaan tahunan: Imamat 14-15

Rakyat Jepang lapar. Setiap pagi, di stasiun Osaka orang-orang harus mengantre soba, sejenis mi Jepang. Krisis makanan setelah Perang Dunia II itu telah menggerakkan niat Momofuku Ando untuk menciptakan mi kering yang praktis dimasak, mudah dan cepat disajikan. Ando kemudian melakukan serangkaian eksperimen. Setiap malam di ruang terbuka yang lembab dan dingin, ia bersama istrinya, menguji coba kadar air mi untuk bisa dikeringkan. Usaha tak kenal lelah itu akhirnya menghasilkan Chikin ramen, mi instan pertama di dunia.

Kisah Ando mengilhami kita untuk segera "bangun" dari masa-masa sulit. Hiduplah untuk hari ini, lepaskan diri kita dari masa lalu, dan sambutlah hari esok! "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!" (ay. 18). Hidup ini sulit, dan kesulitan itu normal bagi setiap orang yang mau bertumbuh dalam Tuhan. Adakalanya kesulitan itu menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan tak jarang mematahkan nyali kita. Namun yang terpenting adalah, bagaimana menjaga kesadaran kita untuk tekun menjalani hidup yang sulit ini.

Ayo bangun! Kesulitan itu bukan musuh kita. Kesulitan adalah sahabat yang menemani kita untuk lebih merapatkan diri kepada Tuhan. Percayalah, di balik kesulitan hari ini ada "sesuatu yang baru". Sesuatu itu mungkin kemenangan ilahi, rahmat tersembunyi, atau mukjizat yang Tuhan sudah sediakan untuk kita. Tidakkah kita mengetahuinya? --ASA/www.renunganharian.net


KESULITAN ADALAH SAHABAT YANG MENEMANI KITA UNTUK LEBIH MERAPATKAN DIRI KEPADA TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media