SUN TZU

Baca: 2 Tawarikh 17:1-10


Bacaan tahunan: Yesaya 15-21

Sun Tzu, pengatur strategi perang legendaris dari Cina kuno, pernah berkata, "Kesempatan untuk mengalahkan musuh disediakan oleh musuh itu sendiri." Jika kita membiarkan kelemahan kita terlihat oleh musuh, sebenarnya kita sudah memberikan kemenangan kepadanya. Kemenangan lebih ditentukan bukan oleh kekuatan lawan, melainkan kelemahan kita sendiri.

Dalam tahun ketiga pemerintahan Yosafat, keadaan Yehuda aman, tak ada peperangan dengan bangsa lain. Tak ada serbuan pasukan asing. Mereka segan dan gentar pada Yehuda di bawah kepemimpinannya. Mengapa? Yosafat menerapkan strategi "memperkuat dirinya" (ay. 1). Selain membangun penjagaan militer di kota-kota berkubu (ay. 2), ia menguatkan pertahanan spiritual dirinya dan segenap rakyatnya (ay. 4, 6). Dengan cerdas dan tekun ia mengirim para pengajar Taurat ke seluruh pelosok negeri agar rakyat mengenal firman Tuhan (ay. 7-9). Dengan kondisi spiritual dan militer yang terjaga dengan baik, dengan sendirinya musuh tidak berani menyerang (ay. 10).

Alkitab berisi banyak peringatan agar kita senantiasa berjaga-jaga (Luk. 21:23; Ef. 6:18; 1Tes. 5:6; 1Ptr. 5:8; Why. 16:15). Bukan maksudnya kita selalu tegang dan serius, melainkan agar kita jangan gegabah dan lengah. Alkitab menjadi santapan harian bagi jiwa kita. Hubungan pribadi dengan Tuhan kita rawat. Kekompakan keluarga kita jaga. Ibadah bersama kawan seiman kita pelihara. Talenta kita asah dan kita pakai untuk melayani. Singkatnya, jangan beri kesempatan pada musuh untuk menaklukkan kita. --PAD/www.renunganharian.net


MELALUI KRISTUS, ALLAH TELAH MEMBERI KITA KEMENANGAN, TETAPI JANGAN SAMPAI KITA SENDIRI MENYERAHKAN KEMENANGAN ITU KEPADA IBLIS.


Navigation

Change Language

Social Media