SYARAT MEMINTA

Baca: Yohanes 15:1-8


Bacaan tahunan: Ulangan 21-23

"Saya hanya minta pada Tuhan supaya diberi pekerjaan yang sesuai dan penghasilan yang cukup. Juga supaya rumah tangga saya dapat dipertahankan. Tapi keduanya tidak dijawab oleh Tuhan." Itulah keluhan yang mungkin tercetus ketika doa permohonan tidak terkabul. Di mana sebetulnya letak persoalannya? Mungkinkah karena kita kurang bersungguh-sungguh meminta? Atau Tuhan punya cara lain memenuhi keinginan kita?

Keraguan, kekesalan dan kekecewaan kepada Tuhan niscaya dapat dihindari seandainya kita memahami secara utuh ucapan Yesus. Permohonan kita dipenuhi hanya bila kita tinggal di dalam Yesus dan firman-Nya. Artinya, kita perlu bertanya apakah permohonan kita sesuai dengan firman Tuhan. Apakah kita memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan Yesus? Lebih dari itu, adakah keinginan berdosa mencemari doa permohonan kita? Dalam hal penghasilan, penulis kitab Ibrani meminta agar kita mencukupkan diri dan tidak hidup dalam kekhawatiran (Ibr. 13:5). Dalam hal pernikahan, adakah kita sudah benar-benar mengasihi pasangan kita dan berusaha hidup dalam damai?

Doa bukanlah sarana untuk menghindar dari semua tekanan hidup dan melepaskan diri dari kewajiban kita. Kristus memberi teladan. Di taman Getsemani, Yesus memohon agar kalau boleh, Dia tidak perlu menjalani penderitaan. Tetapi permintaan berikutnyalah yang Bapa-Nya kabulkan, yaitu terlaksananya kehendak Bapa. Meskipun Kristus sangat menderita, Dia menang atas dosa dan maut. Oleh ketaatan-Nya, kita pun mendapat karunia keselamatan-Nya. --HEM/www.renunganharian.net


KIRANYA KITA TERUS HIDUP DALAM FIRMAN-NYA AGAR PERMOHONAN KITA PUN SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media