TANPA PAMRIH

Baca: Lukas 6:27-36


Bacaan tahunan: Mazmur 72-77

Kapal Lady Elgin bertabrakan dengan perahu pengangkut kayu sehingga karam. Sebanyak 393 penumpangnya terapung-apung di Danau Michigan yang sedingin es. Seorang mahasiswa, Edward Spencer, terjun ke dalam air berkali-kali dan berhasil menyelamatkan 17 penumpang. Akhirnya ia kelelahan dan pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Selama sisa hidupnya, Edward terkurung kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya pada malam yang naas itu. Menurut laporan wartawan surat kabar dari Chicago, Edward menjawab, "Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang itu yang datang untuk mengucapkan terima kasih padaku."

Ketika kita melakukan kebaikan, tidak ada jaminan orang akan mengucapkan terima kasih, memberikan penghargaan atau pengakuan. Mungkin malah sebaliknya, kebaikan atau pertolongan kita itu dianggap angin lalu, dan kita dilupakan begitu saja. Namun, sebagai hamba Tuhan, kita dipanggil untuk mengulurkan tangan kepada siapa saja yang memerlukan bantuan. Yesus tidak pernah menghitung untung rugi. Sebelum menyembuhkan orang Dia tidak berpikir, "Akankah orang ini berterima kasih nantinya? Apakah setelah ditolong kelak, ia akan memuji-Ku?" Kristus sama sekali tidak berpikir demikian. Dia menolong tanpa pamrih.

Mari kita meneladani Kristus dengan selalu memberikan yang terbaik. Ketika kita menolong orang lain, hal itu merupakan urusan antara kita dan Tuhan, bukan antara kita dan orang lain. --ISP/www.renunganharian.net


HENDAKLAH KITA TETAP MENOLONG DENGAN SETULUS HATI SEKALIPUN TIDAK MENDAPATKAN UCAPAN TERIMA KASIH.


Navigation

Change Language

Social Media