TERLIBAT SECARA AKTIF

Baca: Nehemia 2:1-10


Bacaan tahunan: 2 Samuel 6-9

Betapa mudah mengagumi hal yang baru. Berkunjung ke gereja lain, misalnya. Bisa jadi kita kagum akan gedungnya yang megah, sambutan jemaat yang ramah, atau paduan suara yang indah. Sebaliknya, tanpa sadar begitu mudah kita mencela gereja sendiri. Sebagai warga, mestinya kita ikut membenahi dan melayani.

Menanggapi kabar tentang runtuhnya tembok Yerusalem, Nehemia merasa sangat terbeban. Sekalipun tinggal dan bekerja di tempat yang jauh sebagai juru minuman raja, ia tetap peduli akan nasib kotanya. Ia mempergumulkan masalah itu dalam doa. Setelah memohon petunjuk Tuhan dan memiliki rancangan yang matang, Nehemia memberanikan diri berbicara kepada raja dengan risiko dihukum mati. Ia berhasil karena mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, serta menggunakan akal, pikiran, dan kesediaannya untuk memberi diri terlibat secara aktif.

Alih-alih memuji-muji gereja tetangga dan mengabaikan gereja sendiri, kita dapat belajar dari mereka. Bukan untuk bersaing, melainkan supaya gereja kita bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu! Gereja tidak membutuhkan orang yang suka mengkritik, tetapi mereka yang mau mendukung dalam berbagai bentuk (doa, waktu, tenaga, dan dana).

Dukungan ini dapat kita lakukan jika kita memiliki modal dasar utama, yakni spiritualitas yang baik. Spiritualitas yang baik menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sehingga kita merasa terbeban, sepenanggungan, dan mau melibatkan diri secara aktif dalam membangun gereja melalui doa dan kerja nyata. --EBL/www.renunganharian.net


MENGANDALKAN KEDAULATAN DAN KEKUASAAN ALLAH BUKAN BERARTI HANYA MENANTI, MELAINKAN JUGA MEMBERDAYAKAN AKAL DAN PIKIRAN.


Navigation

Change Language

Social Media