TIDAK HANYA MERATAP

Baca: Kejadian 39:1-23


Bacaan tahunan: Matius 23-24

Semasa kecil, saya suka menangis ketika menghadapi masalah. Ayah saya lalu mengatakan: "Berhentilah menangis! Masalah tidak akan selesai hanya dengan menangisinya."

Menangis atau meratap tidak dapat menyelesaikan masalah atau mengubahkan keadaan. Hal itu disadari betul oleh Yusuf. Sekalipun ia memiliki alasan kuat untuk meratapi nasibnya, Yusuf memilih untuk bangkit. Kehidupan Yusuf yang semula adalah anak kesayangan ayahnya berubah total sewaktu ia dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak di Mesir. Di rumah Potifar, Yusuf bekerja dengan baik dan Tuhan menuntun sehingga Yusuf menjadi pekerja yang sungguh-sungguh dan bisa diandalkan tuannya. Itulah sebabnya Potifar memberikan kuasa atas segala miliknya kepada Yusuf (ay. 2-6). Bahkan ketika Yusuf dipenjara karena fitnah dari istri Potifar, sekali lagi Yusuf tidak membiarkan dirinya larut dalam kesedihan. Ia kembali bekerja dengan giat. Itulah sebabnya kepala penjara memercayakan semua tahanan dan pekerjaan penjara kepada Yusuf (ay. 20-23).

Kita pasti pernah mengalami peristiwa yang menyedihkan. Kita boleh saja bersedih tetapi jangan membiarkan diri kita terlalu lama larut dalam kesedihan. Terus-menerus meratapi keadaan hanya menambah kepedihan hati dan memberatkan langkah ke depan. Daripada terus meratap, lebih tepat apabila kita menyerahkan situasi atau persoalan kita kepada Tuhan di dalam doa. Percayalah bahwa Tuhan sanggup memulihkan kondisi kehidupan kita. Tuhan bahkan akan memberikan kekuatan kepada kita untuk kembali melangkah. --LIN/www.renunganharian.net


LANGKAH AWAL UNTUK MENGGAPAI KEBERHASILAN YANG TELAH DISEDIAKAN TUHAN ADALAH BERHENTI MERATAPI KEADAAN.


Navigation

Change Language

Social Media