TUHAN TIDAK TIDUR

Baca: Maleakhi 2:10-16


Bacaan tahunan: Imamat 11-13

Ribka menikah dengan seorang pria miskin. Mereka lalu merintis usaha dengan ulet sehingga bisnis mereka maju. Namun, setelah sukses, suaminya berselingkuh, lalu menceraikan Ribka. Ribka dan dua anaknya hidup sengsara karena semua aset diambil mantan suami. Meskipun sengsara, Ribka percaya Tuhan tidak tidur. Ribka terus bekerja dengan ulet dan membesarkan anak-anaknya. Beberapa tahun kemudian, kondisi Ribka membaik sedangkan kondisi mantan suaminya terpuruk.

Tuhan membenci perceraian (ay. 16) dan Tuhan marah kepada suami yang tidak setia kepada istri masa mudanya (ay. 14). Tuhan tidak berkenan kepada persembahan dari suami yang membuat istrinya mencucurkan air mata dan merintih (ay. 13). Para suami hendaknya selalu menjaga diri dan tidak berkhianat. Mengkhianati istri demi bisa bersenang-senang dengan perempuan lain akan mendatangkan murka Tuhan. Ingatlah selalu bahwa pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Kita dipanggil untuk saling mengasihi dan setia pada pasangan kita sampai maut memisahkan.

Kalau kita adalah istri yang disengsarakan oleh suami, percayalah Tuhan tidak tidur. Tuhan melihat dan memperhatikan kesengsaraan kita. Tuhan membenci pengkhianatan. Dia akan menolong orang yang setia tetapi dikhianati pasangannya, asalkan kita tetap setia kepada-Nya. Saat kita tetap setia dan berharap kepada Tuhan, pasti Tuhan menyertai dan mengangkat kita. Tidak perlu sakit hati atau membalas dendam, tetapi ampunilah suami yang tidak setia itu. --RTG/www.renunganharian.net


TUHAN MENJADI SAKSI HUBUNGAN KITA DENGAN PASANGAN KITA SEHINGGA SEMESTINYA KITA TIDAK BERKHIANAT SATU SAMA LAIN.


Navigation

Change Language

Social Media