Renungan Harian
KITA BERUSAHA, TUHAN MENENTUKAN
16 October 2026
Secara umum, orang biasanya berpikir bahwa potensi untuk berhasil, menang, atau juara dalam perlombaan didominasi oleh mereka yang paling pintar, paling cepat, dan paling kuat. Tak heran jika lantas banyak orang mengejar kemampuan, memperkuat fisiknya, hingga mengatur strategi dengan sebaik mungkin agar menjadi yang terbaik. Namun, hari ini melalui Pengkhotbah kita akan melihat perspektif lain, yang mengingatkan bahwa kemampuan dan segala daya upaya manusia bukanlah penentu mutlak hasil akhir.
Nas renungan hari ini membantu kita agar memiliki pandangan yang seimbang dalam menilai keberhasilan. Kemenangan tak selalu diperoleh mereka yang cepat dan kuat. Roti dan kekayaan tak hanya bagi mereka yang berhikmat. Karunia tidak diberikan hanya kepada mereka yang cerdik. Ternyata masih ada faktor penentu keberhasilan lainnya: waktu dan nasib. Waktu berkaitan dengan kesempatan, sedangkan nasib berkaitan dengan segala sesuatu di luar kendali kita. Tuhan bisa memakai keduanya supaya kita menang, berhasil, atau berkecukupan dalam hidup ini.
Tulisan Pengkhotbah tadi tidak mengajarkan kita untuk hidup malas atau pasrah pada nasib. Kita tetap perlu merencanakan segala sesuatu, bekerja dengan sungguh-sungguh, setia, dan berpengetahuan. Namun, hendaknya kita tidak mengandalkan kemampuan atau kekuatan sendiri. Percayakan seluruh hidup kita kepada Allah. Jika Allah sudah bertindak dan berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi keberhasilan dan berkat yang memang Allah tentukan untuk kita terima. Percayalah! --GHJ/www.renunganharian.net
Nas renungan hari ini membantu kita agar memiliki pandangan yang seimbang dalam menilai keberhasilan. Kemenangan tak selalu diperoleh mereka yang cepat dan kuat. Roti dan kekayaan tak hanya bagi mereka yang berhikmat. Karunia tidak diberikan hanya kepada mereka yang cerdik. Ternyata masih ada faktor penentu keberhasilan lainnya: waktu dan nasib. Waktu berkaitan dengan kesempatan, sedangkan nasib berkaitan dengan segala sesuatu di luar kendali kita. Tuhan bisa memakai keduanya supaya kita menang, berhasil, atau berkecukupan dalam hidup ini.
Tulisan Pengkhotbah tadi tidak mengajarkan kita untuk hidup malas atau pasrah pada nasib. Kita tetap perlu merencanakan segala sesuatu, bekerja dengan sungguh-sungguh, setia, dan berpengetahuan. Namun, hendaknya kita tidak mengandalkan kemampuan atau kekuatan sendiri. Percayakan seluruh hidup kita kepada Allah. Jika Allah sudah bertindak dan berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi keberhasilan dan berkat yang memang Allah tentukan untuk kita terima. Percayalah! --GHJ/www.renunganharian.net
USAHA ADALAH BAGIAN KITA, TETAPI HASIL AKHIR TETAP ADA DI TANGAN TUHAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.