Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: LUKAS 22:24-38
Bacaan tahunan: Bilangan 3-4
Ketika suatu pertengkaran terjadi, kita sering berharap agar konflik itu bisa dibereskan sesegera mungkin. Namun, harapan sering kali jauh dari kenyataan. Tak jarang pertengkaran itu justru melebar ke mana-mana, berlarut-larut dan mengakibatkan luka yang semakin dalam. Jika kedua belah pihak tidak bersedia memperbaiki diri, atau tidak berinisiatif untuk mencari solusi damai, pertengkaran akan merusak, bahkan memutus hubungan yang sebelumnya terjalin dengan baik.
Pada malam sebelum Yesus ditangkap lalu kemudian disalibkan, para murid-Nya justru sibuk bertengkar. Mereka mempersoalkan siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Sungguh memprihatinkan! Mereka bukannya fokus pada sengsara yang dihadapi Kristus, malah sibuk dengan diri sendiri. Sangat egois. Mereka justru berebut pengakuan tentang siapa yang perannya paling penting sehingga ia pantas menjadi pemimpin setelah Yesus tak lagi bersama mereka. Petrus bahkan sesumbar bahwa ia rela mati bersama Yesus.
Entah apa yang Yesus rasakan saat itu. Ia lalu mengajar mereka bahwa untuk menjadi pemimpin, mereka harus rela melayani. Merendahkan diri. Menganggap yang lain lebih utama. Begitulah murid-murid Kristus seharusnya menjalani hidup. Dan Yesus memberi mereka waktu untuk merenungkannya. Kelak, setelah mereka mengerti, mereka akan insaf. Bertobat. Berbalik ke jalan yang seharusnya. Saat momen itu terjadi, Yesus memerintahkan agar Petrus menguatkan para murid lainnya. Walau ditujukan pada Petrus, tetapi pesan ini berlaku bagi kita semua agar menyadari kebenaran perintah Kristus lalu rela berdamai serta berkomitmen melayani Dia. --HT/www.renunganharian.net
KRISTUS SABAR MENANTI HINGGA KITA INSAF LALU KEMBALI KE JALAN-NYA DENGAN SESAL PENUH MAAF.
Please sign-in/login using: