Renungan Harian
JANGAN KALAH CERDIK
19 September 2026
Membaca pengajaran Tuhan Yesus mengenai bendahara yang tidak jujur, sempat muncul pertanyaan, "Apakah Yesus memuji ketidakjujuran bendahara itu?" Namun, setelah saya cermati ternyata bukanlah ketidakjujuran yang menjadi dasar pujian dari tuan atas bendahara itu, melainkan kecerdikannya dalam merespons situasi yang terlihat tidak menguntungkan bagi dirinya. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh bendahara itu?
Kisah ini bermula dari laporan yang diterima oleh tuan dari bendahara itu mengenai penghamburan harta miliknya (ay. 1-2), yang berujung pada pemecatan. Bendahara itu lantas berpikir bagaimana supaya hidupnya tetap aman setelah ia tidak lagi bekerja. Akhirnya, dengan cerdik bendahara itu mengurangi utang dari orang-orang yang berutang kepada tuannya, dengan harapan bahwa mereka akan membalas budi (ay. 4-7). Inilah bentuk kecerdikan yang dipuji karena ia dapat mengantisipasi situasi sulit yang segera datang. Yesus lantas menambahkan sedikit kesimpulan, "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Terkesan ada sindiran dari catatan yang Yesus sampaikan, tetapi hal itu benar adanya. Terkadang umat Tuhan memilih pasrah atau memakai alasan-alasan yang rohani, bukannya mengantisipasi dan bertindak cerdik ketika masalah keuangan di depan mata. Apalagi sebagai umat Tuhan, ada hikmat yang siap diberikan supaya dapat merespons situasi sulit dengan tepat-tentu saja dengan tetap menjaga prinsip hidup sesuai firman Tuhan agar jangan sampai menjadi batu sandungan. --GHJ/www.renunganharian.net
Kisah ini bermula dari laporan yang diterima oleh tuan dari bendahara itu mengenai penghamburan harta miliknya (ay. 1-2), yang berujung pada pemecatan. Bendahara itu lantas berpikir bagaimana supaya hidupnya tetap aman setelah ia tidak lagi bekerja. Akhirnya, dengan cerdik bendahara itu mengurangi utang dari orang-orang yang berutang kepada tuannya, dengan harapan bahwa mereka akan membalas budi (ay. 4-7). Inilah bentuk kecerdikan yang dipuji karena ia dapat mengantisipasi situasi sulit yang segera datang. Yesus lantas menambahkan sedikit kesimpulan, "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Terkesan ada sindiran dari catatan yang Yesus sampaikan, tetapi hal itu benar adanya. Terkadang umat Tuhan memilih pasrah atau memakai alasan-alasan yang rohani, bukannya mengantisipasi dan bertindak cerdik ketika masalah keuangan di depan mata. Apalagi sebagai umat Tuhan, ada hikmat yang siap diberikan supaya dapat merespons situasi sulit dengan tepat-tentu saja dengan tetap menjaga prinsip hidup sesuai firman Tuhan agar jangan sampai menjadi batu sandungan. --GHJ/www.renunganharian.net
HIDUP CERDIK BUKANLAH KOMPROMI TERHADAP KETIDAKBENARAN, TETAPI MENYIASATI DENGAN HIKMAT ALLAH.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.