MEMBUNYIKAN ALARM

Baca: MATIUS 26:36-46


Bacaan tahunan: Hakim-hakim 10-12

Seorang pria tertidur pulas di kamarnya. Tidak heran karena seharian itu ia sibuk bekerja. Besoknya pukul 05.00 ia harus berangkat ke luar kota. Sepertinya ia akan terlambat, tetapi ternyata ia dapat tepat waktu. Pukul 04.15 ia membuka matanya. Ia bangun karena mendengar bunyi alarm yang dipasangnya sebelum tidur.

Sebelum penyaliban, Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Dia membawa beserta-Nya Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Di situ Dia mulai merasa sedih dan gelisah (ay. 37). Sampai-sampai peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Luk. 22:44). Ketiga murid tertidur karena mata mereka sudah berat (ay. 40). Singkatnya, keempat orang ini sedang dalam keadaan lemah. Di saat itu, Yesus "membunyikan alarm". Kata-Nya, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah" (ay. 41). Alarm berfungsi membangunkan kesadaran. Mata menjadi terbuka, hati dikuatkan untuk menggenapi rencana Allah. Sesudah alarm dibunyikan-Nya, Dia sendiri "terbangun". Kembali Dia berdoa untuk menyatakan bahwa diri-Nya bersedia melaksanakan kehendak Bapa (ay. 42). Yesus mengharapkan hal serupa terjadi pada murid-murid-Nya. Dia berharap mereka lekas "bangun" karena sesaat lagi dimulai masa-masa yang sukar bagi mereka.

Hingga kini, Yesus terus membunyikan alarm. Dia melakukannya bagi generasi iman selanjutnya, yaitu kita. Saat mendengar alarm berbunyi, kita dapat mematikannya atau segera bangun. Namun, marilah kita mengambil pilihan kedua, karena faktanya, menjalani kehidupan di dunia ini tidak mudah. Ingatlah bahkan Yesus sendiri pernah merasa lemah. Mari senantiasa berjaga-jaga di dalam doa. Demikian kita dapat kuat menghadapi tantangan dan mampu mengelakkan godaan dosa. --LIN/www.renunganharian.net


BERDOA AKAN MEMBANGUNKAN ROH KITA UNTUK BERSIAGA MELAWAN SETIAP SENJATA YANG DILUNCURKAN OLEH IBLIS.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media