SANG PENJAGA

Baca: Mazmur 121:1-8


Bacaan tahunan: 1 Petrus 3-5

Seorang teman saya menjaga ibunya di rumah sakit selama berhari-hari. Karena letih, ia tertidur begitu lelap sehingga tidak mendengar ketika si ibu meminta tolong. Si ibu berusaha bangkit sendiri, lalu terjatuh dari tempat tidur, dan mengakibatkan beberapa luka baru yang memperparah sakitnya. Teman saya merasa sangat bersalah karena telah lalai menjaga ibu yang dikasihinya.

Mazmur 121 merupakan nyanyian ziarah, ditujukan kepada umat Allah yang datang dari berbagai tempat untuk beribadah di Yerusalem. Mereka menempuh perjalanan yang sulit, melintasi alam yang tidak mudah, dan terancam bahaya dari para penjahat. Dalam kondisi itu, para peziarah diingatkan tentang Tuhan, Penjaga setia mereka. Dialah Pencipta semesta, yang berkuasa atas segalanya. Dan Dialah sumber pertolongan bagi umat-Nya sehingga mereka dapat berjalan dengan teguh (ay. 3).

Perjalanan kita di dunia ini dapat diserupakan dengan peziarah atau musafir. Kita sedang berjalan menuju negeri kekekalan. Berbagai masalah, tantangan, godaan, pencobaan, penderitaan berusaha dipakai musuh untuk menghentikan langkah kita, atau mengalihkan pandangan kita dari tujuan akhir. Syukurlah, Allah menjaga kita dengan setia. Dia tidak pernah lalai, melamun, atau tertidur. Dia bukan hanya menantikan kita di negeri kekekalan, melainkan juga berjalan mendampingi kita, mengokohkan langkah kita, dan menjadi pertolongan kita. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk mengikuti Tuhan dengan setia. --HT/Renungan Harian


TUHANLAH PENJAGA SEJATI KITA, TIDAK ADA YANG DAPAT MELEPASKAN KITA DARI PENJAGAAN-NYA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media