MENJADI ORANG KEBANYAKAN?

Baca: Matius 5:43-48


Bacaan tahunan: Hakim-hakim 12-14

Ketika ada teman baik mulai sering membuat lelucon tentang kesalahan dan sengaja menertawakan saya di depan banyak orang, saya menjadi sangat tidak suka dengannya. Akhirnya secara tidak sadar saya telah melabeli teman ini sebagai musuh. Saya mulai enggan untuk bercakap-cakap bahkan hanya untuk sekedar berpapasan.

Kata-kata Kristus dalam bacaan hari ini merupakan pengajaran yang amat dikagumi namun juga tidak disukai oleh orang kebanyakan karena sangat bertentangan dengan apa yang biasanya orang dunia lakukan kepada musuh-musuhnya. Kristus mengajar kita untuk mengasihi dengan total kepada sesama. Saat kebanyakan orang di dunia ini menuntut balas ketika disakiti, dicurangi atau dirugikan, Kristus mengajak kita untuk mengasihi mereka. Bahkan Dia mengajak kita untuk mendoakan mereka yang telah menganiaya kita (ay. 44). Tentu bukan hal yang mudah untuk menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari karena harus melawan ego kita untuk tidak menuntut balas, tetapi Kristus memberi teladan saat Ia mendoakan orang-orang yang menganiaya Dia (Luk. 23:34). Mungkin kita akan terlihat seperti orang bodoh di mata orang-orang kebanyakan, tetapi bukankah indah bila di dunia ini tidak ada budaya menuntut balas?

Jadi apakah kita hanya akan menjadi seperti orang kebanyakan, menjadi pengagum ajaran-ajaran Yesus Kristus, atau menjadi pembeda di dunia ini dengan menjadi pelaku firman-Nya? Saat ini Tuhan menawarkan untuk menjadi berbeda dengan orang-orang kebanyakan, maukah kita menerima tawaran-Nya? --YOS/www.renunganharian.net


TUHAN MEMANGGIL KITA BUKAN UNTUK MENJADI ORANG KEBANYAKAN TETAPI MENJADI MURID-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media