Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 2 PETRUS 1:3-10
Bacaan tahunan: Mazmur 26-31
Bayangkan, seorang musafir hendak menempuh perjalanan jauh dan berat. Tentunya, ia tidak hanya membutuhkan peta, tetapi juga bekal, perlindungan, dan kekuatan fisik. Tanpa ini semua, perjalanan akan terasa mustahil. Gambaran ini menolong kita memahami kehidupan orang percaya yang sedang berjalan menuju kedewasaan iman di tengah beragam tantangan.
Rasul Petrus menulis suratnya kepada jemaat yang hidup di tengah tekanan dan godaan. Dalam ayat 3, ia menegaskan bahwa kuasa ilahi Allah telah menganugerahkan kepada kita "segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh". Artinya, Allah tidak mengutus umat-Nya berjalan tanpa bekal. Yang kita perlukan untuk bisa hidup berkenan kepada-Nya, sudah disediakan-Nya.
Ini menegaskan bahwa pertumbuhan iman bukan soal mencari hal-hal baru di luar Tuhan. Melainkan, kesediaan untuk menghidupi apa yang telah dianugerahkan-Nya. Lantas, Petrus mengajak jemaat untuk menambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, dan kasih. Semua ini bukan beban, melainkan respons syukur atas anugerah yang telah lebih dahulu dianugerahkan-Nya.
Harus diakui, kita sering merasa: kurang mampu, kurang bijak, atau kurang kuat menghadapi persoalan. Maka, kita diingatkan bahwa di dalam Tuhan, kekurangan itu bukan alasan untuk menyerah. Sebab, Ia telah menyediakan sumber daya rohani yang cukup untuk menghadapi setiap musim dalam kehidupan kita.
Mari, kita berhenti meragukan kecukupan anugerah Allah. Percayai dan hidupilah apa yang telah Ia anugerahkan. Niscaya, hidup kita akan bertumbuh dan berdampak bagi sesama sehingga Tuhan dimuliakan. --SAP/www.renunganharian.net
HIDUP ITU ANUGERAH, RANGKAIAN KESEMPATAN UNTUK MENEMUKAN KEBAIKAN DALAM DIRI DAN SESAMA, ASAL KITA BERSEDIA.
Please sign-in/login using: