WINGKO DARI BABAT

Baca: Markus 16:9-20


Bacaan tahunan: 1 Raja-Raja 16-18

Sejak dulu di Desa Babat, Lamongan, Jawa Timur, banyak orang membuat wingko, kue dari beras ketan. Sekitar tahun 1900 kepala stasiun Babat, Loe Soe Siang, ikut membuat wingko. Ia merasa sayang, kue seenak itu hanya sedikit penjualnya. Wingko babat buatan Loe menjadi terkenal dan sering dijadikan oleh-oleh, dibawa ke berbagai kota. Banyak pula orang yang tertarik membuat dan menjualnya, termasuk keluarga Loe di Semarang. Wingko Semarang ini sangat populer dan kini orang mengira wingko babat adalah makanan khas Kota Semarang.

Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil. Mengapa harus diberitakan kepada segala makhluk? Karena berita Injil sangat penting dan sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Mereka yang mau percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Jika kita sudah menjadi orang percaya dan menerima berbagai berkat Tuhan yang luar biasa, patutlah kita bersukacita. Namun, tidak cukup hanya sampai di situ. Kita dipanggil untuk memberitakan kabar baik itu kepada mereka yang belum percaya. Kalau mereka mau menerimanya dan beriman kepada Tuhan, kita bersukacita atas jiwa-jiwa yang diselamatkan itu. Kalau mereka menolak, tak perlu kecewa. Itu pilihan mereka. Kita sudah mengerjakan bagian kita. Jangan menyerah, beritakan lagi kepada orang yang lain.

Melihat kehidupan orang diubahkan oleh Injil itu mendatangkan sukacita. Jika untuk makanan yang enak saja kita mau menceritakannya kepada orang lain, terlebih lagi berita keselamatan! --RTG/Renungan Harian


BERITA INJIL MENDATANGKAN SUKACITA GANDA: BAGI SI PEMBERITA DAN BAGI SI PENERIMA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media