MENGOYAKKAN PAKAIAN

Baca: YOEL 2:12-17


Bacaan tahunan: Ulangan 5-7

Mengoyakkan pakaian yang sedang dikenakan merupakan tradisi umat Israel untuk menyatakan perkabungan, dukacita, atau penyesalan. Ini mereka lakukan ketika mendengar berita duka, mendapat ancaman musuh, atau menghadapi musibah besar. Mengenakan pakaian yang compang-camping menunjukkan kesedihan, pengakuan dosa, atau pertanda merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Sekalipun sebagian tokoh dalam kisah Alkitab melakukan tindakan ini dengan tulus, tetapi banyak juga yang melakukannya sebagai formalitas. Mereka mengerjakannya hanya sebagai wujud dari sebuah tradisi, tanpa sungguh-sungguh menunjukkan perubahan perilaku. Patutlah Allah mewartakan penghukuman-Nya atas mereka. Itu sebabnya, Allah menegur serta mengkritik umat-Nya agar mereka tidak hanya mengoyakkan pakaiannya, melainkan mengoyakkan hati mereka. Ya, Dia ingin hati umat-Nya hancur karena menyadari betapa mereka telah berdosa kepada Allah. Dia menghendaki pertobatan sepenuh hati dari mereka, setelah menyadari bahwa mereka telah berlaku tidak setia kepada-Nya, serta mengabaikan segala perintah-Nya.

Becermin dari bangsa Israel, kita pun diingatkan agar jangan berpuas diri hanya sebatas menunjukkan tanda-tanda pertobatan lahiriah dari dosa dan kejahatan kita. Pengakuan berdosa, tangisan dengan berurai air mata, kata-kata penyesalan, serta berbagai tindakan formalitas tidaklah cukup. Harus disertai adanya perubahan perilaku sebagai wujud hancurnya hati kita. Terlihat dari tindakan nyata sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah. Berpaling dari gelap kepada terang. Dari pemberontakan kepada ketaatan. Dari perilaku jahat kepada perbuatan kebajikan. Dari hidup yang cemar kepada hidup yang memuliakan nama Tuhan. --HT/www.renunganharian.net


PERTOBATAN SEPENUH HATI SELALU DISERTAI DENGAN PERUBAHAN PERILAKU YANG MENUNJUKKAN KETAATAN KITA KEPADA ALLAH DI SETIAP WAKTU.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media