Renungan Harian
ADA TUHAN, ADA KEMERDEKAAN
18 August 2026
Saat ini, kebebasan dianggap sebagai hak mutlak setiap orang. Mereka bebas berpikir, berbicara, berekspresi, memilih orientasi hidup, bahkan menolak nilai-nilai yang ada. Mereka menggunakannya untuk mencari eksistensi diri, status sosial, prestasi dan materi. Sebab, semuanya itu mendatangkan pengakuan orang lain. Dari pengakuan orang lain itulah mereka mendapatkan nilai diri. Tanpa sadar, sesungguhnya mereka tidak sedang hidup dalam kemerdekaan, sebaliknya ... hidup penuh tekanan dan tuntutan.
Identitas Kristen tidak dibangun menurut opini orang, melainkan Kristus. Sebab kebebasan sejati bukan berarti bebas melakukan segala keinginan, melainkan bebas dari kuasa dosa, rasa bersalah, kepalsuan, ketakutan, juga pencitraan. Kemerdekaan sejati adalah bebas dari segala macam bentuk tekanan dan tuntutan dunia, dari standar-standar kemuliaan yang palsu.
Hanya dengan hidup bersama Tuhan kita beroleh karunia kemerdekaan sejati. Sebab, di dalam Tuhan identitas kita ditentukan oleh kasih Allah, bukan penilaian orang. Nilai kita tidak bergantung pada pencapaian duniawi. Kita tidak perlu lagi dikuasai ketakutan akan kegagalan ataupun penolakan. Bersama Tuhan kita boleh menuai buah ketenangan batin, keberanian untuk berkata "tidak" kepada gaya hidup palsu, merasa puas menjadi diri sendiri sesuai rancangan Tuhan, tak mudah goyah oleh penilaian atau hinaan. Karena kemerdekaan dari Tuhan bukan sekadar memberi kebebasan dari dosa, melainkan juga menuntun hidup dengan arah, kasih, dan pengharapan. --EBL/www.renunganharian.net
Identitas Kristen tidak dibangun menurut opini orang, melainkan Kristus. Sebab kebebasan sejati bukan berarti bebas melakukan segala keinginan, melainkan bebas dari kuasa dosa, rasa bersalah, kepalsuan, ketakutan, juga pencitraan. Kemerdekaan sejati adalah bebas dari segala macam bentuk tekanan dan tuntutan dunia, dari standar-standar kemuliaan yang palsu.
Hanya dengan hidup bersama Tuhan kita beroleh karunia kemerdekaan sejati. Sebab, di dalam Tuhan identitas kita ditentukan oleh kasih Allah, bukan penilaian orang. Nilai kita tidak bergantung pada pencapaian duniawi. Kita tidak perlu lagi dikuasai ketakutan akan kegagalan ataupun penolakan. Bersama Tuhan kita boleh menuai buah ketenangan batin, keberanian untuk berkata "tidak" kepada gaya hidup palsu, merasa puas menjadi diri sendiri sesuai rancangan Tuhan, tak mudah goyah oleh penilaian atau hinaan. Karena kemerdekaan dari Tuhan bukan sekadar memberi kebebasan dari dosa, melainkan juga menuntun hidup dengan arah, kasih, dan pengharapan. --EBL/www.renunganharian.net
KEMERDEKAAN SEJATI BUKAN BERARTI BEBAS MELAKUKAN SEGALA YANG DUNIA SUKA, MELAINKAN BEBAS DARI SEGALA YANG DUNIA PAKSA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.