Renungan Harian
PENJAGA YANG TAK TERLELAP
11 August 2026
Pencurian perhiasan di Green Vault (Brankas Hijau) di kastil Dresden, Jerman pada November 2019 adalah salah satu perampokan museum terbesar di dunia. Lebih dari 4.300 perhiasan yang tak ternilai harganya, termasuk berlian dan permata lenyap. Total kerugian mencapai sekitar 18 triliun rupiah. Ternyata tidak ada jaminan keamanan yang pasti di dunia ini.
Ketika kehidupan terasa sesak dan penuh bahaya, mata kita secara alami mencari pertolongan. Namun, pemazmur mengajak kita memandang, "Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi" (ay. 2). Ini adalah fondasi. Di dalam Perjanjian Baru, kita mengenal Pencipta dan Penjaga ini secara pribadi dalam diri Yesus Kristus (Kol. 1:16). Dialah sumber pertolongan satu-satunya; segala kekuatan lain di dunia ini bersifat sementara dan rapuh.
Kata yang dominan dan diulang enam kali adalah "menjaga". Pemazmur menyatakan Penjaga kita "tidak akan terlelap" (ay. 3-4). Janji kewaspadaan ilahi ini digenapi secara sempurna di dalam Kristus. Dia adalah Gembala Baik yang tidak pernah tidur, yang menjaga kawanan domba-Nya (Yoh. 10:11, 28). Dia yang berjaga-jaga dan menang atas maut, menjamin bahwa perlindungan-Nya aktif, setia, dan menyeluruh serta melindungi jiwa kita. Janji perlindungan yang total dan kekal, "Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya" (ay. 8). Kristuslah "jalan" kita keluar masuk menuju keselamatan (Yoh. 10:9, 14:6). Dalam perjalanan hidup kita, dari langkah pertama dalam iman hingga kedatangan-Nya kelak, Kristuslah Penjaga kita yang setia. Maka, kita dapat berjalan dengan keyakinan, bukan karena jalan itu mudah, tetapi karena Sang Penjaga itu berjalan bersama dan melindungi kita tanpa henti. --DSK/www.renunganharian.net
Ketika kehidupan terasa sesak dan penuh bahaya, mata kita secara alami mencari pertolongan. Namun, pemazmur mengajak kita memandang, "Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi" (ay. 2). Ini adalah fondasi. Di dalam Perjanjian Baru, kita mengenal Pencipta dan Penjaga ini secara pribadi dalam diri Yesus Kristus (Kol. 1:16). Dialah sumber pertolongan satu-satunya; segala kekuatan lain di dunia ini bersifat sementara dan rapuh.
Kata yang dominan dan diulang enam kali adalah "menjaga". Pemazmur menyatakan Penjaga kita "tidak akan terlelap" (ay. 3-4). Janji kewaspadaan ilahi ini digenapi secara sempurna di dalam Kristus. Dia adalah Gembala Baik yang tidak pernah tidur, yang menjaga kawanan domba-Nya (Yoh. 10:11, 28). Dia yang berjaga-jaga dan menang atas maut, menjamin bahwa perlindungan-Nya aktif, setia, dan menyeluruh serta melindungi jiwa kita. Janji perlindungan yang total dan kekal, "Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya" (ay. 8). Kristuslah "jalan" kita keluar masuk menuju keselamatan (Yoh. 10:9, 14:6). Dalam perjalanan hidup kita, dari langkah pertama dalam iman hingga kedatangan-Nya kelak, Kristuslah Penjaga kita yang setia. Maka, kita dapat berjalan dengan keyakinan, bukan karena jalan itu mudah, tetapi karena Sang Penjaga itu berjalan bersama dan melindungi kita tanpa henti. --DSK/www.renunganharian.net
PERCAYALAH DAN BERSANDAR PADA KRISTUS YANG MENJAGA KITA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.