Renungan Harian
ANUGERAH YANG BERHARGA
05 November 2026
Di zaman Israel kuno, perjalanan antarkota sering kali dilakukan dengan berjalan kaki. Padahal, perjalanan tersebut melewati padang dan bukit. Ada panas terik, jalan berbatu, bahkan ancaman perampok. Demikianlah, perjalanan itu tidak selalu aman. Bahaya bisa datang tiba-tiba. Karena itu, jarang ada orang berjalan jauh sendirian. Lazimnya, mereka pergi bersama kerabat atau sahabat. Dalam perjalanan itu, kehadiran mereka menjadi penguat langkah dan penenang hati.
Kitab Amsal memandang persahabatan sebagai anugerah yang sedemikian berharga. Dalam Amsal 27, digambarkan bahwa sahabat sejati bukan sekadar orang yang memberi pujian. Melainkan, ia juga berani menegur, mengingatkan, dan berdiri di pihak kita ketika menghadapi keadaan sulit. Persahabatan sejati dibangun di atas kejujuran, kepedulian, dan kesetiaan yang tulus.
Ayat emas pada Amsal 17:17 menegaskan bahwa sahabat sejati mengasihi setiap waktu. Ia tidak hanya hadir saat hidup terasa mudah, tetapi juga ketika kita sedang bergumul. Dalam masa penuh kesukaran, kehadiran seorang sahabat bisa terasa seperti saudara sendiri. Sebab, ia hadir bukan sekadar karena wajib, tetapi juga karena kasih.
Mungkin kita memiliki relasi dengan banyak orang. Namun, tidak semua mereka adalah sahabat sejati. Karena itu, manakala Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang setia dalam suka dan duka, sepatutnya kita bersyukur. Sebab, mereka adalah anugerah Tuhan yang sedemikian berharga. Lebih dari itu, sepatutnya kita juga berupaya menjadi sahabat bagi orang lain, seperti halnya mereka: tetap setia dalam setiap pasang surut kehidupan. --SAP/www.renunganharian.net
Kitab Amsal memandang persahabatan sebagai anugerah yang sedemikian berharga. Dalam Amsal 27, digambarkan bahwa sahabat sejati bukan sekadar orang yang memberi pujian. Melainkan, ia juga berani menegur, mengingatkan, dan berdiri di pihak kita ketika menghadapi keadaan sulit. Persahabatan sejati dibangun di atas kejujuran, kepedulian, dan kesetiaan yang tulus.
Ayat emas pada Amsal 17:17 menegaskan bahwa sahabat sejati mengasihi setiap waktu. Ia tidak hanya hadir saat hidup terasa mudah, tetapi juga ketika kita sedang bergumul. Dalam masa penuh kesukaran, kehadiran seorang sahabat bisa terasa seperti saudara sendiri. Sebab, ia hadir bukan sekadar karena wajib, tetapi juga karena kasih.
Mungkin kita memiliki relasi dengan banyak orang. Namun, tidak semua mereka adalah sahabat sejati. Karena itu, manakala Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang setia dalam suka dan duka, sepatutnya kita bersyukur. Sebab, mereka adalah anugerah Tuhan yang sedemikian berharga. Lebih dari itu, sepatutnya kita juga berupaya menjadi sahabat bagi orang lain, seperti halnya mereka: tetap setia dalam setiap pasang surut kehidupan. --SAP/www.renunganharian.net
PERSAHABATAN ITU ANUGERAH YANG BERHARGA, TIDAK HANYA DI SAAT-SAAT SULIT, TETAPI JUGA DI SAAT-SAAT INDAH DALAM HIDUP.-THOMAS JEFFERSON


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.