Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YOHANES 14:1-14
Bacaan tahunan: Ayub 40-42
Kita semua pasti tahu betapa pentingnya sebuah jalan. Ia merupakan prasarana penghubung sehingga kita dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tersedianya jalan memungkinkan kita tiba di tempat yang kita tuju. Tanpa adanya jalan, kita akan menemui titik buntu. Jika kita tidak menempuh jalan yang benar maka kita akan tersesat. Jika kita tidak tahu jalannya, kita tidak akan pernah sampai kepada tujuan.
Umumnya, sebuah jalan berupa sebidang tanah yang diratakan sehingga bisa dilalui dengan aman. Banyak jalan yang diaspal supaya dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Ada juga jalan yang hanya terdiri dari sebatang pohon, atau beberapa bilah papan, atau jembatan yang terbuat dari bahan tertentu. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa ada sebuah jalan yang merupakan satu pribadi?
Banyak pemimpin agama yang menyerukan agar para pengikutnya mengikuti jalan yang ditunjukkannya. "Inilah jalan yang benar. Tempuhlah jalan ini, " seru mereka sembari menerangkan serangkaian aturan dan syarat-syarat rumit yang harus ditaati. Namun, Yesus berbeda. Dia berkata, "Akulah jalan!" Dia tidak menunjuk pada arah tertentu untuk kita ikuti. Melainkan Dia mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Mengenal-Nya. Memercayai-Nya. Menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya. Dialah jalan, yang menjamin kita akan sampai kepada Bapa-Nya serta menikmati hidup yang penuh sukacita dalam kekekalan bersama-Nya. Saat kita percaya kepada-Nya, Dia tidak memberi kita alamat untuk dicari atau peta untuk diikuti, tetapi Dia sendirilah yang akan menuntun kita pada hidup yang kekal bersama Bapa-Nya. --HT/www.renunganharian.net
YESUS KRISTUS TIDAK BERSERU-SERU UNTUK MENUNJUKKAN JALAN PADA KITA, TETAPI DIA SENDIRILAH JALAN YANG MEMBAWA KITA KEPADA KEKEKALAN.
Please sign-in/login using: