Renungan Harian
MENIMBUN MURKA
20 July 2026
Kita tentu paham bahwa tidak semua kemarahan didasari kebencian. Ketika seorang anak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Tuhan, misalnya. Apalagi jika hal itu dilakukannya berulang-ulang. Besar kemungkinan orang tua menjadi marah. Namun, kemarahan itu dilakukan atas dasar kasih. Orang tua yang rindu anaknya bertumbuh dalam kebenaran dan menerima keselamatan tidak segan untuk marah dalam rangka menegur dan mendidik.
Allah adalah kasih. Kasih Allah tidak pernah berkurang. Meski demikian, bukan berarti Allah tidak dapat murka. Justru karena kasih-Nya, Allah pasti akan menjadi murka ketika manusia mengeraskan hati, menolak untuk bertobat. Sebab Allah merancang keselamatan bagi manusia. Allah tidak ingin manusia menjadi budak dosa. Karena itu, setiap perbuatan dosa akan menerima konsekuensi, berupa murka dari Allah.
Murka Allah sesungguhnya adalah akumulasi konsekuensi atas penolakan kita terhadap ajakan pertobatan dari Tuhan. Dengan demikian, bukan Allah yang menentukan murka ini, melainkan diri kita sendiri. Jika kita memanfaatkan kesempatan (kasih) dari Allah dengan memberi diri hidup dalam pertobatan, keselamatan dari Allah kita terima. Sebaliknya, ketika kita merasa diri aman dan berlaku sesuka hati maka keadilan Allah akan menuntut kita melalui murka-Nya. Sebab kasih dan keadilan Allah senantiasa berjalan bersama. Memilih kasih berarti beroleh kesempatan untuk terhindar dari kebinasaan. Namun, mengeraskan hati membuat keadilan Allah nyata melalui murka-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
Allah adalah kasih. Kasih Allah tidak pernah berkurang. Meski demikian, bukan berarti Allah tidak dapat murka. Justru karena kasih-Nya, Allah pasti akan menjadi murka ketika manusia mengeraskan hati, menolak untuk bertobat. Sebab Allah merancang keselamatan bagi manusia. Allah tidak ingin manusia menjadi budak dosa. Karena itu, setiap perbuatan dosa akan menerima konsekuensi, berupa murka dari Allah.
Murka Allah sesungguhnya adalah akumulasi konsekuensi atas penolakan kita terhadap ajakan pertobatan dari Tuhan. Dengan demikian, bukan Allah yang menentukan murka ini, melainkan diri kita sendiri. Jika kita memanfaatkan kesempatan (kasih) dari Allah dengan memberi diri hidup dalam pertobatan, keselamatan dari Allah kita terima. Sebaliknya, ketika kita merasa diri aman dan berlaku sesuka hati maka keadilan Allah akan menuntut kita melalui murka-Nya. Sebab kasih dan keadilan Allah senantiasa berjalan bersama. Memilih kasih berarti beroleh kesempatan untuk terhindar dari kebinasaan. Namun, mengeraskan hati membuat keadilan Allah nyata melalui murka-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
ALLAH TIDAK KEHILANGAN KASIH-NYA, TETAPI KASIH-NYA TIDAK DAPAT MEMBATALKAN KEADILAN-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.