TAK SEKADAR UNGKAPAN INDAH

Baca: YESAYA 46:3-4


Bacaan tahunan: Ayub 1-4

Ada banyak ungkapan indah tentang usia lanjut. Saya percaya semua bermaksud menyemangati kaum lansia. Namun sayang, isi ungkapan indah itu tak selalu benar. Terkadang, itu sekadar permainan kata. Lihat contoh berikut.

"Umur itu cuma pikiran kita atas masalah. Kalau kita tidak memikirkannya, tidak ada masalah, " kata Leroy Paige, seorang pemain bisbol legendaris asal Amerika Serikat. Betulkah? Ketika pelbagai masalah mendera, benarkah bahwa tidak memikirkan masalah yang ada akan membuat semua masalah lantas hilang? Ada yang berkata, "Usia tua adalah usia yang indah, usia di mana hal-hal dalam diri kita menjadi indah." Sungguhkah? Ketika kesehatan memburuk dan fisik melemah, benarkah bahwa dengan begitu hal-hal dalam diri kita menjadi indah?

Dan, apa yang Tuhan katakan?

Tuhan tidak berkata, "Tua itu bukan masalah. Tak usah dipikirkan." Tuhan tahu, ada banyak masalah dalam usia lanjut. Dia tidak menutup-nutupi fakta itu. Tuhan tidak mau kita terbius oleh kata-kata indah yang tak sesuai kenyataan. Tuhan ingin kita realistis, jujur mengakui kenyataan diri, dan rela menerima diri. Sebab itu, Tuhan bersabda, "Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu." Dia menegaskan bahwa apa pun masalah kita di usia lanjut, Dia akan tetap menjadi Tuhan yang mengasihi kita. "Aku tetap sama!" kata Tuhan. "Aku masih Aku yang dulu: yang tak henti mengasihimu, yang menjaga dan merawatmu, bahkan menggendongmu."

Itu tak sekadar ungkapan indah. Itu sungguh benar, sebab Tuhan sungguh telah-dan akan terus-melakukannya. -EE

"Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai putih rambutmu

Aku menggendong kamu." --EE/www.renunganharian.net


"SAMPAI MASA TUAMU AKU TETAP SAMA DAN SAMPAI PUTIH RAMBUTMU AKU MENGGENDONG KAMU." -YESAYA 46:4


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media