Renungan Harian
TUNTUTAN TUHAN
20 September 2026
Berapa banyak orang yang berusaha dengan keras demi mengejar citra sempurna di mata sesama? Bekerja tak kenal waktu agar terlihat sukses, cantik, kaya, dan bahagia. Merasa harus membeli barang tertentu supaya dianggap mampu dan up to date. Bekerja tanpa henti demi prestasi dan pengakuan. Konsumtif agar terlihat berkelas, menjalani gaya hidup hedon agar dianggap modern dan gaul. Mencari validasi setiap saat, hidup berdasar kata orang hingga jiwanya menjadi rapuh dan mudah terluka.
Israel memberikan kurban bakaran hingga ribuan domba jantan. Bahkan, mereka pun rela mempersembahkan anak-anak sulungnya. Persembahan yang demikian mungkin sempurna di mata manusia. Terlihat wah, spektakuler, religius, dan mengesankan. Malang, bagi Allah semua itu hanya sebuah ritual agama yang kosong, yang tidak dikenan-Nya.
Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan dalam hal materi. Sekalipun hebat di mata dunia, kemewahan tidak berguna jika tidak disertai dengan kesempurnaan hati. Kesempurnaan dunia tidak dapat menutupi ketidakadilan, kekerasan, dan ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Tuhan menuntut kita untuk berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan mengukur integritas, bukan impresi. Menghargai ketaatan, bukan kemewahan. Menilai karakter, bukan besarnya persembahan. Jujur dan rendah hati lebih dihargai-Nya. Tuhan tidak menuntut kita terlihat hebat, melainkan melakukan pekerjaan dengan benar, jujur, dan setia. Tuhan rindu kita hidup dari kasih-Nya, bukan dari pujian manusia. --EBL/www.renunganharian.net
Israel memberikan kurban bakaran hingga ribuan domba jantan. Bahkan, mereka pun rela mempersembahkan anak-anak sulungnya. Persembahan yang demikian mungkin sempurna di mata manusia. Terlihat wah, spektakuler, religius, dan mengesankan. Malang, bagi Allah semua itu hanya sebuah ritual agama yang kosong, yang tidak dikenan-Nya.
Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan dalam hal materi. Sekalipun hebat di mata dunia, kemewahan tidak berguna jika tidak disertai dengan kesempurnaan hati. Kesempurnaan dunia tidak dapat menutupi ketidakadilan, kekerasan, dan ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Tuhan menuntut kita untuk berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan mengukur integritas, bukan impresi. Menghargai ketaatan, bukan kemewahan. Menilai karakter, bukan besarnya persembahan. Jujur dan rendah hati lebih dihargai-Nya. Tuhan tidak menuntut kita terlihat hebat, melainkan melakukan pekerjaan dengan benar, jujur, dan setia. Tuhan rindu kita hidup dari kasih-Nya, bukan dari pujian manusia. --EBL/www.renunganharian.net
MANUSIA MEMUJI YANG TAMPAK BESAR, TETAPI TUHAN MELIHAT YANG BENAR.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.