AKU TIDAK SANGGUP, TUHAN!

Baca: Yeremia 20:7-18


Bacaan tahunan: 2 Samuel 10-12

Melalui mata kuliah Pengantar Perjanjian Lama, saya mengetahui bahwa Yeremia adalah seorang nabi peratap, ia kemungkinan bertemperamen melankolis karena hatinya peka sekali untuk mengecap rasa pahit yang masuk dalam hidupnya. Yeremia sangat sedih melihat Allah begitu kejam terhadap ketidaktaatan Israel. Bayangkan, Allah hendak menghukum bangsa pilihan-Nya! Kondisi Yeremia begitu sukar saat itu. Apalagi ia diperhadapkan dengan bangsa yang bebal, pelayanannya begitu membosankan dan mungkin ia bisa berkata: "Aku tidak sanggup lagi, Tuhan!"

Penderitaan Yeremia tidak berhenti disitu saja, ia dipenjara dengan cara dimasukkan dalam sebuah perigi yang berisi lumpur (Yer. 38:6). Kenabiannya ditentang dan ia begitu putus asa dan ia juga sempat berpikir tidak akan mengingat Tuhan dan panggilan-Nya (ay. 9). Namun ia juga sadar bahwa ia tidak sanggup melarikan diri jika Tuhan sudah mengutusnya. Dalam keluhannya ia berbicara kepada Tuhan dengan hati yang hancur. Pemakaian kata ganti orang pertama membuat kita bisa melihat betapa Yeremia mengalami hal yang tidak mudah.

Itulah pelayanan! Kadang kita harus mengalami penderitaan yang begitu rupa. Wajar sebagai manusia kita mengeluh pada Tuhan, namun kita tidak bisa lari dari panggilan itu dan malah itu bisa dijadikan Tuhan masa dimana Ia dapat menunjukkan rencana ajaib-Nya dan Dia nyatakan dalam kehidupan kita. Ya, Tuhan bisa memakai itu, sabarlah jika kita merasa tidak sanggup lagi. --YDS/www.renunganharian.net


DI SAAT TIDAK SANGGUP LAGI, BERDOALAH KEPADA TUHAN DAN BERSABARLAH!


Navigation

Change Language

Social Media