BERIKAN KEJUTAN UNTUKKU

Baca: Daniel 3:13-27


Bacaan tahunan: Ulangan 29-31

Film Ratatouille mengisahkan petualangan Remy, tikus yang gemar memasak dan menjadi juru masak hebat di Paris. Kepiawaiannya diakui kritikus restoran ternama, Anton Ego. Dalam adegan akhir, saat makan di restoran Remy, Anton ditanya apa yang hendak dipesannya sebagai hidangan pencuci mulut. Ia menjawab, "Apa saja. Berikan kejutan untukku." Tampaknya Anton amat percaya pada kehebatan Remy sehingga siap mencicipi apa saja racikannya.

Jika kita percaya akan kemampuan seseorang, kita cenderung lebih mudah mengandalkan dukungannya. Ketika Nebukadnesar mendirikan patung emas dan memerintahkan semua rakyat menyembahnya, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak mematuhinya. Mereka diancam hendak dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka tidak gentar karena berharap Allah akan melepaskan mereka (ay. 17). Menariknya, mereka berkata: "seandainya tidak" (ay. 18)-seandainya Allah tidak menolong dengan cara yang mereka bayangkan, Dia tetap punya cara untuk menyelamatkan mereka. Benar saja. Allah tidak membebaskan mereka dari dapur perapian itu. Sebaliknya, Dia turut masuk ke dalam dapur perapian itu bersama mereka, dan melindungi mereka dari hangus terbakar (ay. 27)!

Dalam berdoa, tidak jarang kita mendikte Allah, menuntut Dia menjawab menurut keinginan kita. Bersediakah kita menantikan kejutan dari Allah: bahwa dalam kedaulatan-Nya, Dia akan memberikan jawaban terbaik bagi kita? Seandainya tidak menurut cara kita, Dia tentu memiliki jalan tak terduga untuk memelihara kita. --ARS/www.renunganharian.net


BERDOA BUKANLAH MEMAKSAKAN KEHENDAK KITA, MELAINKAN MEMBUKA DIRI MENYAMBUT KEHENDAK ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media