BERTELUT MENUNDUKKAN HATI

Baca: Yesaya 16:6-14


Bacaan tahunan: Yehezkiel 40-42

Ketika orang mengalami masalah yang tidak terpecahkan dan terdesak oleh tenggang waktu yang ada maka tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan orang lain. Namun banyak orang akan mengalami kesulitan untuk meminta bantuan orang lain jika masalah itu berhubungan dengan harga dirinya. Harga diri seolah harga mati yang tidak bisa dikorbankan, walau demi sesuatu yang sebetulnya lebih penting yaitu keselamatan. Keangkuhan membatasi cara pertolongan.

Keangkuhan Moab adalah penyebab kehancuran mereka. Mereka membutuhkan, tetapi justru mau mengatur bagaimana mereka seharusnya ditolong, yaitu dengan bayaran anak domba. Padahal seharusnya mereka takluk lebih dulu kepada Allah. Tak heran bila keangkuhan itu menjadi penyebab kebinasaan mereka. Umur Moab telah ditentukan dan kehancurannya hanya tinggal menunggu waktu. Sekalipun Moab bersusah payah beribadah dan berdoa, tidak menghasilkan apa-apa. Namun, bukan berarti Allah menyukai kehancuran mereka. Allah bersedih akan keadaan Moab yang merana akibat keangkuhan.

Kita seringkali tidak menyadari betapa besar kuasa Tuhan dapat menolong kita. Walau kita percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi kita ingin menyelesaikan masalah kita sendiri. Kalaupun kita datang kepada Tuhan maka seringkali bukan untuk mencari kehendak-Nya, tetapi hanya memberitahu dan meminta kuasa-Nya untuk melakukan apa yang kita kehendaki. Kita mengangkat tangan dan menengadahkan kepala, tetapi tidak menundukkan hati kita. Tuhan mengingatkan kita untuk mencari pertolongan-Nya dengan penuh kerendahan hati. --ENO/www.renunganharian.net


KERENDAHAN HATI SERING KALI MENJADI PINTU MASUK DATANGNYA PERTOLONGAN.


Navigation

Change Language

Social Media