DAMPAK KETIDAKPERCAYAAN

Baca: 2 Raja-Raja 7


Bacaan tahunan: Pengkhotbah 1-4

Seseorang memesan barometer. Ketika menerima alat itu, ia kecewa karena jarum indikator terus menunjuk pada bagian yang bertuliskan "Angin Topan." Beberapa kali ia menggoyangkan barometer itu, jarumnya tetap tidak beralih. Ia lalu menulis surat keluhan. Esoknya dalam perjalanan ke New York, ia mengirimkan surat itu. Petangnya ia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah lenyap. Ternyata jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Saat itu, September 1938, angin topan dahsyat meluluhlantahkan nyaris seluruh Long Island.

Kelaparan hebat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja Israel. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah (ay. 1). Ajudan raja tidak percaya dan berkata sesumbar, "Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?"

Perkataan sang nabi tergenapi. Saat itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja. Orang Israel lain diberitahu, dan menyerbu perkemahan itu. Ajudan raja ada di sana, dan terinjak-injak orang sampai mati.

Ketidakpercayaan sering mendatangkan upah yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya. Dialah Gembala kita yang baik, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar. --Imelda Saputra/Renungan Harian


KETIKA ANDA YAKIN AKAN HAL BESAR, DAN BERDOA AKAN HAL BESAR, PERKARA-PERKARA BESAR AKAN TERJADI. --NORMAN VINCENT PEALE


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media