DOMBA TUHAN

Baca: 1 Korintus 3:1-9


Bacaan tahunan: Nehemia 9-10

Seorang pendeta marah pada warga yang pindah ke gereja lain. Orang itu berdalih, ia bisa lebih mengembangkan potensinya di tempat baru.

Dalam Yohanes 21:15-19, Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus, apakah Petrus mengasihi Yesus. Ketika Petrus menjawab bahwa ia mengasihi Yesus, Yesus memberi perintah kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Jelas, domba adalah milik Tuhan, bukan milik gereja atau pendeta. Rasul Paulus menyatakan, ia menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Yang penting bukan yang menanam atau menyiram melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun menyiram adalah sama; masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya (ay. 6-8). Iri hati dan perselisihan menunjukkan bahwa kita masih manusia duniawi (ay. 3).

Ada orang merasa terancam ketika melihat aktivis atau warga pindah ke gereja lain. Mengapa kita bukan malah berintrospeksi? Apakah gereja sudah benar-benar menumbuhkan kedewasaan umatnya? Memberi kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan, agar tidak menjadi jemaat yang pasif dan datang hanya mengharapkan untuk dilayani? Kalau hal itu sudah dilakukan, gereja tidak perlu marah bila ada warga yang pindah ke gereja lain sebab gereja itu milik Kristus sendiri. Kita harus tetap menjaga sikap saling menghargai sesama tubuh Kristus-gereja, pelayan, dan warga. Dengan besar hati, kita memberi peluang bagi orang lain untuk mengembangkan potensinya karena mereka adalah domba milik Tuhan. --IN/www.renunganharian.net


SUNGGUH INDAH BILA SESAMA GEREJA SALING BEKERJA SAMA UNTUK MENGGEMBALAKAN JEMAAT YANG MENJADI MILIK KRISTUS.


Navigation

Change Language

Social Media