GARAM YANG MENGGUMPAL

Baca: 2 Petrus 1:3-15


Bacaan tahunan: Yesaya 64-66

Pernahkah Anda menemukan garam yang masih menggumpal dalam masakan? Bagaimana rasanya? Tentu saja membuat lidah dan mulut menjadi tidak nyaman, bukan? Rasa asin dari garam yang masih menggumpal juga dapat menimbulkan rasa mual bahkan keinginan untuk segera memuntahkannya.

Garam dapat memberi cita rasa enak pada masakan ketika garam larut dengan sempurna. Wujudnya memang tak tampak, namun keberadaannya dapat diketahui dari rasa yang ditimbulkannya. Bahkan tidak hanya mampu menyedapkan masakan, garam juga berfungsi untuk mengawetkan makanan, serta mencegah terjadinya kebusukan.

Setiap orang percaya adalah garam dunia. Hal ini menjadi nyata jika hidup kita memberi cita rasa, serta mencegah kebusukan moral di tengah kehidupan dunia yang semakin dibusukkan oleh nafsu dosa. Sudah pasti tindakan ini harus dinyatakan kepada semua orang, bukan hanya di tengah komunitas gereja. Menjalin persekutuan yang intim dalam komunitas gereja memang diperlukan supaya kita memiliki kesatuan hati dan saling menguatkan dalam menjalankan misi bagi Kristus. Namun malang jika orang percaya hanya mau bersaksi di tengah kehidupan saudara seiman! Bagaimana mungkin kita dapat menyatakan misi memberi diri untuk menggarami dunia dengan sikap yang demikian? Hanya menyatakan kasih kepada saudara seiman tak ubahnya seperti garam yang menggumpal. Alih-alih memberi cita rasa yang melezatkan, kehadiran kita malah memuakkan. Mari melarut demi menghasilkan cita rasa yang sedap serta mencegah terjadinya kebusukan moral! --EBL/www.renunganharian.net


GEREJA BUKAN KOMUNITAS EKSKLUSIF YANG MEMISAHKAN DIRI DARI DUNIA. GEREJA MEMBAWA MISI KERAJAAN ALLAH UNTUK MENYELAMATKAN DUNIA.


Navigation

Change Language

Social Media