HIDUP DALAM PENGHARAPAN

Baca: Lukas 12:22-34


Bacaan tahunan: Yohanes 11-12

Kebutuhan hidup tidak akan pernah ada habisnya. Bahkan semakin meningkat setiap hari. Jika tidak disikapi dengan benar maka hal ini dapat menimbulkan krisis rohani. Orang yang memiliki banyak harta diserang dengan bahaya ketamakan, lebih memautkan hati pada kekayaannya. Sementara orang yang hidup berkekurangan menjadi mudah terserang kekhawatiran.

Jika hidup orang percaya dipenuhi kekhawatiran dan ketamakan, kapan hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama? Orang bilang kita harus hidup dalam realita. Tetapi umat Tuhan tidak boleh sekadar hidup dalam realita! Hidup dalam realita membuat orang yang berkekurangan merasa miskin dan tidak dapat melakukan apa-apa. Hidupnya hanya akan dipenuhi dengan rasa khawatir dan kesedihan. Sementara yang kaya menjadi sombong karena hartanya dan menghabiskan hidupnya untuk mencari kesenangan diri. Karena itu kita harus hidup di dalam pengharapan.

Yesus memberikan jaminan hari depan yang penuh harapan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya fokus dalam melakukan tugas pangilannya. Lagi pula tidak pantas jika murid-murid Yesus menyiksa diri dengan kecemasan yang sia-sia. Mengandalkan kekuatan diri dan membebani diri dengan kekhawatiran membuat orang percaya tak ubahnya manusia dunia yang belum mengenal Allah. Padahal, bukankah kita telah dipanggil keluar dari dunia supaya tidak menjadi serupa dengannya? Karena itu jangan melekat pada dunia ini! Jangan sampai harta dan kekhawatiran menghalangi kita dalam melayani Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net


ORANG DISEBUT BERIMAN KETIKA MEREKA MENGIZINKAN ALLAH BERDAULAT ATAS HIDUPNYA.


Navigation

Change Language

Social Media