JANGAN PANIK

Baca: Bilangan 14


Bacaan tahunan: Yehezkiel 10-13

Menghadapi krisis, kita sering langsung panik. Kita tidak lagi dapat menimbang dengan akal sehat. Tidak jarang kita lalu mengambil langkah yang salah sehingga masalah semakin bertambah rumit. Dalam kondisi kalut, kita pun mudah dipengaruhi oleh berita yang tidak benar. Kata-kata yang mengecilkan nyali kita pun cenderung lebih kita percaya dibanding dukungan yang membesarkan hati. Lebih dari itu, kita dapat kehilangan kepercayaan kepada Tuhan.

Kepanikan itulah yang melanda Israel ketika mereka berhadapan dengan wilayah yang harus mereka taklukkan. Tuhan sudah berjanji bahwa tanah Kanaan akan Tuhan berikan kepada Israel. Namun pikiran mereka justru tertuju kepada penduduk kota yang tinggi besar dan bukan kepada Tuhan. Mereka menjadi gaduh dan hendak mengangkat pemimpin lain untuk pulang ke Mesir. Pada dasarnya mereka sebetulnya sedang melawan Tuhan. Musa dan Harun bersujud, ngeri membayangkan murka Tuhan yang bakal melanda. Sedangkan Yosua dan Kaleb berusaha membujuk agar orang Israel tidak merasa kalah sebelum berperang. Sungguh aneh! Umat yang dipimpin dengan penuh keajaiban dan kasih sayang oleh Tuhan sekarang berbalik melawan Tuhan.

Dalam konteks kita saat ini, musuh kita bukanlah manusia, melainkan penghulu dan roh-roh jahat di udara (Ef. 6:12). Kita juga diminta tunduk kepada Allah dan melawan iblis (Yak. 4:7). Kita tidak boleh gentar, kalah oleh pengaruh suara pesimis teman-teman kita. Marilah terus berjuang dengan mengandalkan kuasa Tuhan. --HEM/www.renunganharian.net


PENYERTAAN TUHAN CUKUP MEMBERI KEKUATAN KEPADA KITA UNTUK MELAWAN SI JAHAT.


Navigation

Change Language

Social Media