JANGAN TAKUT DAN PATAH HATI

Baca: Ulangan 1:19-33


Bacaan tahunan: Yohanes 4-5

Pernahkah kita mengalami kekalahan atau kegagalan sampai membuat kita takut untuk mencoba lagi, bahkan merasa hampa seperti patah hati? Saya pernah, ketika diberhentikan dari jabatan sebagai koordinator pelayanan secara mendadak. Berhari-hari saya merasa kehidupan saya seperti gelap dan seolah tak ada pengharapan. Untunglah hal itu tak berlangsung lama. Setelah saya mengambil sikap tenang dan menata hati, perlahan semangat dan harapan saya pun muncul.

Saat meriwayatkan kembali perjalanan dari Mesir menuju Tanah Kanaan, Musa mengingatkan umat pilihan-Nya mengenai janji bahwa Allah telah menyerahkan Kanaan kepada mereka. Namun, hal itu tak terjadi secara otomatis, juga tak semudah membalik telapak tangan. Para penduduk yang mendiami negeri itu pasti akan melawan dan mungkin pula memberi kekalahan bagi bangsa Israel. Itulah sebabnya, bangsa Israel perlu memastikan agar mereka jangan sampai takut dan patah hati- kondisi hilang harapan dan menyerah karena merasa bahwa penggenapan janji Allah tak mungkin terjadi. Hanya dengan dua hal itulah, kemenangan dan penggenapan janji Allah akan benar-benar mereka alami.

Kehidupan ini terkadang menyajikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecewa, sakit hati, trauma, kepahitan, takut untuk berjuang, atau membuat kita hilang harapan. Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan iman akan penyertaan Tuhan, yang diwujudkan lewat tindakan nyata. Kiranya firman hari ini menguatkan kita yang sedang memperjuangkan sesuatu atau menantikan penggenapan janji-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net


TAKUT DAN PATAH HATI BERPOTENSI MEMBUAT PENGHARAPAN MELEMAH, BAHKAN LENYAP!


Navigation

Change Language

Social Media