KARIER TERHORMAT

Baca: Kejadian 39


Bacaan tahunan: Yesaya 58-63

Apakah yang menjadi standar kepuasan jika Anda bekerja? Penghasilan besar? Jenjang karier yang Anda raih? Prestasi yang Anda hasilkan? Lalu seandainya semua yang telah disebutkan itu tidak tersedia, apakah Anda tetap akan bekerja sebaik-baiknya?

Salah satu kisah yang memperlihatkan semangat kerja yang luar biasa adalah Yusuf. Awalnya Yusuf terpaksa bekerja tanpa gaji karena dijual oleh kakak-kakaknya. Pekerjaannya sebagai budak yang terasing dari keluarganya bukanlah kondisi yang menyenangkan. Tanpa kepastian, tanpa hari depan. Namun ia bekerja tanpa dendam dan tidak pula bersungut-sungut. Godaan untuk berbuat dosa dari istri majikannya sendiri dapat ditepisnya. Namun akibatnya, hidupnya makin terpuruk dalam penjara. Tetapi Yusuf tetap bekerja sebaik-baiknya. Mengapa? Karena dia hidup di hadapan TUHAN. Kepercayaan pun datang menghampirinya meskipun Yusuf masih berada di penjara. Hal yang terindah, TUHAN membuat Yusuf berhasil untuk apa yang dikerjakannya.

Tidak mudah bekerja dalam kondisi pekerjaan yang buruk. Namun lingkungan yang baik pun dapat membuat kita kehilangan semangat kerja. Jika itu yang terjadi, marilah kita memeriksa diri. Apakah kita cenderung menyalahkan keadaan? Atau mungkin kita didera oleh rasa tidak puas dan kekhawatiran? Adakah kita masih hidup di hadapan Tuhan dan berelasi dengan-Nya? Lalu, apakah kita sudah bekerja sebaik-baiknya? Sesungguhnya, karier apa pun dapat menjadi terhormat bila kita memberikan hasil kerja yang memuliakan nama-Nya. --HEM/www.renunganharian.net


HIDUP DI HADAPAN TUHAN DAN BEKERJA SEBAIK-BAIKNYA ADALAH KUNCI KEBERHASILAN DALAM BERKARIER.


Navigation

Change Language

Social Media