KESABARAN TUHAN

Baca: Hakim-hakim 6


Bacaan tahunan: Imamat 24-25

Bagaimana perasaan orang bila pacarnya selalu meragukan cintanya, padahal ia telah menyatakan dan membuktikan cintanya dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab? Sekali, dua kali mungkin masih bisa bersabar. Namun, bagaimana bila berkali-kali? Masih sanggupkah ia bersabar atau ia berpikir bahwa pacarnya tidak serius dan akhirnya berpisah?

Orang Israel diserahkan Tuhan kepada orang Midian selama tujuh tahun karena kejahatannya. Kemudian Tuhan mendengar seruan mereka dan memilih Gideon untuk menyelamatkan mereka. Namun, Gideon berpikir, kalau benar TUHAN menyertai mereka, mengapa mereka jatuh ke tangan orang Midian? Itulah yang membuatnya ragu akan janji penyertaan Tuhan. Dalam keraguan itu ia meminta tanda. Tuhan memberikan tanda dengan api yang memakan habis daging dan roti yang ia persembahkan. Ketika Gideon berhadapan dengan orang Midian yang siap berperang, kembali ia ragu sehingga meminta tanda lagi sampai dua kali (ay. 37, 39). Tuhan begitu sabar menjawab keraguan demi keraguan Gideon akan penyertaan-Nya. Bahkan Tuhan meyakinkannya dengan membuatnya mendengar sendiri orang Midian menceritakan mimpi mereka tentang kemenangan Gideon (Hak. 7:13-14).

Keraguan sering membayangi hidup kita. Bagaimana sekolah, pekerjaan, teman hidup, anak-anak, dan lainnya. Tidak jarang juga ketika gagal, kita meragukan rencana Tuhan yang baik dalam hidup kita. Marilah datang kepada-Nya dalam setiap keraguan kita. Dia dengan sabar akan menuntun kita melihat rencana-Nya yang baik. --ANT/www.renunganharian.net


DIA SABAR DAN SANGGUP MENJAWAB SETIAP KERAGUAN KITA MELALUI KARYA-KARYA-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media