MEMBARA ATAU MEREDUP?

Baca: Mazmur 42:1-5


Bacaan tahunan: Ulangan 14-16

Ada pemandangan menarik yang saya lihat setiap kali berbelanja di swalayan dekat rumah. Ada satu ruangan kecil yang disediakan oleh pemilik swalayan agar para pegawainya bisa beribadah pada waktu yang ditentukan. Hampir tak pernah saya lihat ruangan tersebut kosong. Sementara di tempat lain, ada perusahaan yang membangun tempat ibadah yang sangat bagus, namun para pegawainya enggan beribadah.

Dalam kondisi jauh dari Bait Allah karena sedang ditawan oleh musuh, Pemazmur merasakan kerinduan yang luar biasa untuk "berjumpa" dengan Allah. Ia pun teringat dengan semangatnya yang membara saat datang ke Bait Allah, mendahului kepadatan manusia dengan diiringi sorak-sorai dan nyanyian syukur. Ibarat rusa yang merindukan sungai yang berair, yang harus segera dipenuhi karena sudah tak tertahankan lagi.

Semangat untuk datang ke rumah Allah memang perlu untuk terus dijaga. Namun, tak jarang fakta menunjukkan yang sebaliknya. Beberapa orang Kristen malah dengan sengaja menjauhkan diri dari pertemuan ibadah dengan alasan yang dicari-cari atau sukar untuk dipahami (Ibr. 10:25). Kalau hati sudah enggan, apalagi ada keinginan untuk menjauh dari persekutuan, tempat ibadah sedekat dan sebagus apa pun, tidak akan otomatis membuat seseorang datang untuk beribadah. Nah, bagaimana dengan semangat kita untuk beribadah? Masihkah semangat itu membara dalam hati kita atau sudah mulai meredup? --GHJ/www.renunganharian.net


SEMANGAT YANG MEREDUP UNTUK BERIBADAH ADALAH PERTANDA AWAL ADANYA KESUAMAN DALAM KEROHANIAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media