PENGAMPUNAN YANG DITAHAN

Baca: Lukas 23:33-43


Bacaan tahunan: 2 Samuel 21-22

Ada suasana canggung di ruang kerja Cindy ketika rekan-rekan kerjanya merayakan ulang tahunnya, terutama dengan kehadiran Rani. Sudah tiga bulan mereka tak bertegur sapa karena ada konflik yang belum terselesaikan. Rani sebenarnya telah meminta maaf, tetapi Cindy belum bisa menerima. Namun, semuanya berubah ketika Rani diminta mendoakan Cindy pada perayaan itu. Ada ketulusan yang dirasakan olehnya. Setelah membuka mata, Cindy lantas menghampiri Rani untuk meminta maaf atas keegoisannya. Rani pun dapat menerima permintaan maaf Cindy karena ia memang sudah mengampuni rekannya itu.

Bagi orang percaya, pengajaran tentang pengampunan bukanlah sesuatu yang asing. Dalam Alkitab juga ada banyak kisah terkait pengampunan beserta dampak yang terjadi saat perintah Tuhan itu dilakukan. Begitu pula ada risiko yang harus diambil oleh mereka yang menolak atau menahan pengampunan itu. Tuhan Yesus sendiri telah mengajarkan dan meneladankan hal itu saat tergantung di kayu salib. Sebelumnya, Yesus mengalami penderitaan jiwani dan fisik saat menerima ejekan, hinaan, sampai cambukan yang membuat tubuh-Nya remuk. Dalam kondisi yang buruk itulah Yesus berseru agar Bapa mengampuni orang-orang yang melakukan semua itu. Hal yang luar biasa bukan?

Bagi orang percaya, pengampunan lebih bersifat perintah daripada pilihan. Bagi mereka yang menolak, tentu akan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Begitu pula akan ada berkat ketika perintah untuk mengampuni dilakukan dengan segenap hati. Manakah yang kita pilih? --GHJ/www.renunganharian.net


TANPA PENGAMPUNAN, DUNIA AKAN MENJADI JAUH LEBIH BURUK KARENA ADA BANYAK RELASI YANG RUSAK.


Navigation

Change Language

Social Media