MUKJIZAT YANG TERLEWATKAN

Baca: Ulangan 4:1-9


Bacaan tahunan: Yehezkiel 14-16

Menurut cerita kuno orang Yahudi, waktu bangsa Israel keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, dalam deretan panjang mereka berjalan dengan tergesa-gesa dan saling berimpitan sehingga mereka tidak melihat mukjizat-mukjizat yang terjadi di depan matanya sendiri. Rupanya cerita kuno ini menjadi cermin yang mengingatkan betapa seringnya mukjizat Tuhan terlewatkan begitu saja karena kita disibukkan oleh perkara yang lain.

Kitab Ulangan berisi pengulangan Hukum Tuhan untuk diterapkan dalam situasi kekinian sang penulis. Tokoh Musa tak jemu-jemunya mengingatkan umat Israel untuk hidup seturut dengan hukum-hukum-Nya (ay. 2). Mengapa? Sebab mereka telah melihat dan mengalami sendiri pekerjaan Tuhan yang besar dalam kehidupannya (ay. 3, 9). Pengalaman keluarnya (dari Mesir) menjadi suatu pengantar yang penting bagi perjalanan iman Israel berikutnya dari generasi ke generasi (ay. 9b). Melupakannya adalah suatu kesalahan dan kelalaian yang amat fatal.

Sibuk. Jadwal kita padat. Janji bertemu berderet antri, susul menyusul. Dering telepon genggam dan pesan singkat dari pelbagai belahan bumi terus menyita perhatian. Semua urusan menanti untuk dibereskan. Janji-janji menagih untuk ditepati. Benak kita dihujani pertanyaan "Sesudah ini apa?"-berorientasi ke hal-hal yang akan datang. Akibatnya, kita kehilangan perhatian dan ketakjuban pada momentum yang sedang berlangsung di depan mata. Padahal di situ Tuhan sedang bekerja, menyapa, dan mencurahkan rahmat-Nya untuk dinikmati, disyukuri, dan dijadikan bekal menyongsong esok hari. --PAD/www.renunganharian.net


MERANGKUL MOMENTUM SEKARANG ADALAH CARA TERBAIK UNTUK MENYAMBUT DATANGNYA HARI ESOK.


Navigation

Change Language

Social Media