PEDANG KEBENARAN

Baca: Efesus 6:10-20


Bacaan tahunan: Yehezkiel 25-28

Pedang merupakan salah satu senjata andalan yang kerap digunakan oleh para pendekar dalam cerita-cerita silat. Senjata ini menjadi alat yang ampuh bagi mereka ketika berhadapan dengan musuh-musuh yang menciptakan kekacauan dalam dunia persilatan. Konon, akhir dari perjuangan seorang pendekar terletak di mata pedangnya, ujung yang mematikan apabila tepat menghujam bagian vital tubuh lawannya.

Kekristenan pada dasarnya juga bertutur tentang kisah para pendekar Kerajaan Allah dengan pedang Roh di tangan mereka. Pedang ini jauh lebih kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun (Ibr. 4:12). Pedang Roh adalah pedang kebenaran, karena ia berbicara tentang firman Allah (ay. 17). Ia merupakan senjata dahsyat yang tidak bisa dilepaskan dari kebenaran yang melekat pada dirinya.

Kedahsyatan pedang Roh dibutuhkan untuk mengatasi iblis dan antek-anteknya, para musuh yang tidak terdiri atas darah dan daging (ay. 11, 12). Selain itu, ia juga diperlukan dalam proses pembentukan karakter ilahi para pendekar-Nya. Inilah yang sekaligus menandai keistimewaannya sebagai pedang bermata dua: sebagai pembentuk karakter diri dan sebagai senjata melawan musuh.

Kedigdayaan seorang pendekar Kerajaan Allah ditentukan oleh kepiawaiannya mengayunkan pedang kebenaran sepanjang hidupnya. Ujung pedang itu akan selalu diarahkan kepada intimidasi penguasa kegelapan dan ke-aku-an diri. Ya, kebenaran memerdekakan kita dari musuh, dari luar dan dari dalam. --EML/www.renunganharian.net


PADA AKHIRNYA KEBENARAN AKAN MENANG, BILA BERSUMBER PADA FIRMAN TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media