PENAMPILAN IBADAH

Baca: Matius 15:1-19


Bacaan tahunan: 2 Korintus 5-8

Dalam sebuah seminar, dipaparkan tentang kondisi ibadah kaum muda yang cenderung menurun secara kuantitas. Sebagai solusi, diperlukan metode khotbah yang tepat, perubahan desain ibadah, kreativitas, dan berbagai hal teknis sehingga ibadah menjadi menarik. Namun, pada penutupan seminar dinyatakan bahwa ibadah bukan hanya masalah teknis, tetapi masalah hati dan relasi antara Tuhan dan umat-Nya, yang diwujudkan dalam ketaatan hidup sehari-hari.

Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka lebih menekankan adat istiadat nenek moyang dan peraturan buatan manusia daripada ketaatan mengerjakan perintah Allah. Terkadang firman Allah mereka nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat mereka sendiri. Yesus dengan keras mengatakan bahwa mereka adalah orang munafik. Tampaknya mereka beribadah dan memuliakan Allah, padahal sesungguhnya hati mereka jauh dari Allah. Ibadah mereka adalah sesuatu yang percuma karena ibadah bukan lagi relasi dengan Allah dalam ketaatan, tetapi sekadar mengikuti aturan dan ritual manusia saja.

Demi ibadah yang menarik, ibadah terus mengalami perubahan aturan, penambahan fasilitas, dan berbagai kreativitas baru dalam musik dan tata ibadah. Anak-anak Tuhan sering terfokus pada hal-hal teknis, tetapi lupa mempersiapkan hati dan mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan. Marilah kita bersemangat beribadah bukan hanya karena ibadah yang menarik, melainkan karena kita datang dengan hati yang siap dan mau taat mengerjakan kehendak-Nya dalam hidup kita. --ANT/www.renunganharian.net


PENAMPILAN IBADAH KITA TIDAK SELALU MENCERMINKAN KONDISI RELASI KITA DENGAN TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media