PENGHARAPAN DI TENGAH MASALAH

Baca: Ratapan 3:19-25


Bacaan tahunan: Nehemia 13

Seorang ibu ditinggalkan suaminya. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap, kesehatannya melemah, dan harus membiayai dan menyekolahkan lima anak yang masih kecil. Hampir putus asa, ia mengaku kepada Tuhan bahwa ia sudah tidak sanggup menjalani hidup dengan kondisi seperti itu. Ia merasakan bahwa Tuhan meneguhkan pengharapannya sehingga ia dikuatkan untuk berjuang dalam hidupnya. Akhirnya kelima anaknya dapat lulus dari perguruan tinggi dan memiliki pekerjaan yang baik.

Masalah bisa menjadi perintang untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan. Masalah juga menjadi penghambat tercapainya kesuksesan. Namun, orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus tidak perlu putus asa. Orang beriman akan melihat masalah sebagai suatu pengharapan. Pengharapan menguatkan dan memotivasi kita untuk menghadapi masalah itu secara optimal dengan tetap mengandalkan campur tangan Tuhan. Masalah pun tidak lagi menjadi hambatan, tetapi justru menjadi jalan untuk terwujudnya pengharapan. Tuhan tidak memberikan masalah di luar kemampuan kita. Tuhan itu baik bagi orang yang berharap kepada-Nya. Apa yang tidak kita pikirkan, Tuhan sediakan bagi kita (1Kor. 2:9). Pada akhirnya, masalah itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan pengharapan yang akan terwujud.

Apa pun masalah yang terjadi, kita tak perlu putus asa. Bersama dengan Tuhan, kita akan dimampukan untuk menghadapi masalah dan menjadikannya suatu kesempatan untuk mewujudkan pengharapan. --KGS/www.renunganharian.net


DALAM MASALAH ADA PENGHARAPAN YANG AKAN MENGUATKAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media