PERSEPSI

Baca: Kisah Para Rasul 28:1-10


Bacaan tahunan: Yesaya 47-51

Saat kapal yang ditumpanginya pecah terkandas di Pulau Malta, Paulus disambut dengan baik oleh penduduk setempat. Namun ketika seekor ular menggigit Paulus, pikiran mereka berubah. Mereka mulai berpikir negatif tentang dia. Ketika Rasul Paulus mengibaskan ular itu dari tangannya, mereka tetap menunggu-nunggu pembalasan ilahi yang akan membenarkan celaan mereka kepadanya. Mereka mengira tidak lama lagi tubuh Paulus akan bengkak dan pecah karena daya racun yang mematikan, atau ia akan terjatuh dan mati seketika itu juga.

Orang-orang di Malta berpikir demikian karena Paulus adalah seorang tahanan. Sangkanya ia pastilah seorang pembunuh. Lagi pula Paulus mengajukan banding kepada Kaisar di Roma. Karena itu mereka memaksakan persepsinya tentang Paulus. Untungnya orang-orang Malta tidak merobohkan Paulus ketika ia tidak menjadi bengkak dan rebah seperti yang mereka pikirkan. Dengan bijaksana mereka membiarkan Allah bekerja. Mereka meninggikan Paulus dan menganggapnya dewa. Kehadiran Paulus pun mereka terima dengan baik, terlebih setelah mereka melihat Paulus mampu menyembuhkan banyak orang sakit.

Sebagaimana mereka merendahkan Paulus dengan sangat, begitu pula saat mereka meninggikannya. Betapa mudahnya orang berkomentar, menghina dan memuji orang lain hanya berdasar persepsi sendiri. Menuduh seseorang jahat karena melihat kemalangan yang mereka alami, kemudian memuji dengan berlebihan karena melihat mereka mampu melakukan sesuatu yang luar biasa. Semoga kita jauh dari hal yang demikian. --EBL/www.renunganharian.net


PENILAIAN SESEORANG MENUNJUKKAN TENTANG DIRINYA, BUKAN ORANG YANG DINILAINYA.


Navigation

Change Language

Social Media