Renungan Harian
IMAN DAN KETAATAN
26 October 2026
Baca: YOSUA 6
Bacaan tahunan: Lukas 6-7
Lewat Yosua, sang pemimpin, Tuhan memberitahu bagaimana cara merobohkan tembok itu. Selama enam hari mereka harus satu kali mengitari kota itu, dengan tujuh imam berjalan di depan membawa tujuh sangkakala dari tanduk domba diikuti tabut Tuhan (ay. 3). Pada hari ketujuh, mereka harus mengitarinya tujuh kali (ay. 4). Terdengar tidak masuk diakal! Menggelikan, tembok besar nan kokoh akan roboh dengan hanya berjalan mengitarinya. Namun, segenap perkataan Tuhan tersebut diterima oleh bangsa itu. Di sinilah kita mendapati iman. Selanjutnya, mereka bertindak tepat seturut perkataan Tuhan. Selama enam hari, satu kali mereka mengitari kota Yerikho, dan pada hari ketujuh mereka mengitarinya tujuh kali (ay. 8-15). Di sinilah letaknya ketaatan.
Tembok Yerikho sudah roboh, tetapi mungkin berdiri tembok serupa dalam kehidupan kita. Wujudnya dapat berupa rentetan kegagalan, perselisihan berkesinambungan, atau komplikasi penyakit. Kabar baiknya, kita masih dapat mempergunakan senjata yang sama, yakni iman dan ketaatan kepada Tuhan. Saat ini, sungguh-sungguhlah percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mukjizat. Yakini Dia mampu melakukan perkara yang tidak masuk di akal. Selanjutnya, apabila Tuhan membisikkan suatu tindakan, seperti mengampuni atau memberi, jangan kita enggan untuk melakukannya. --LIN/www.renunganharian.net
TAK ADA TEMBOK DI KEHIDUPAN YANG DAPAT KOKOH BERTAHAN KETIKA KITA MENYERANGNYA DENGAN IMAN DAN KETAATAN KEPADA TUHAN.Renungan Harian

