Renungan Harian
HARAPAN TERSISA
29 September 2026
Baca: RATAPAN 3:19-33
Bacaan tahunan: Zakharia 1-7
Firman-Nya menegaskan bahwa meski penderitaan berat dan hati terasa hancur, ada satu kebenaran yang tidak berubah, yakni kasih setia dan rahmat Tuhan. Penulis kitab ini pun mengingatkan umat Israel untuk memandang Tuhan sebagai sumber pengharapan, bukan sekadar keadaan yang membaik. Kesadaran akan kasih Tuhan menjadi kekuatan iman ketika segala sesuatu tampak runtuh.
Hari ini, mungkin kita sedang mengalami masa-masa sulit seperti: doa terasa hampa, pekerjaan terasa begitu berat, atau hubungan yang retak. Dalam kesukaran itu, iman tidak diukur dari seberapa cepat masalah selesai, tetapi dari kemampuan kita tetap berpaut pada Tuhan. Harapan sejati muncul saat kita mengizinkan Tuhan menenangkan hati dan menuntun langkah, meski jalan tidak mudah. Dan kita diajak untuk berani menumpahkan air mata di hadapan Tuhan tanpa rasa malu, percaya bahwa kasih-Nya selalu tersedia, dan tetap melangkah dalam pengharapan yang Dia janjikan. Tuhan melihat setiap ratapan, dan di tangan-Nya, luka menjadi benih pertumbuhan rohani. --SYS/www.renunganharian.net
DI TENGAH KEHANCURAN, IMAN YANG BERSANDAR PADA KASIH SETIA TUHAN SELALU MENEMUKAN HARAPAN BARU.Renungan Harian

