Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Jemaat di Korintus adalah sebuah komunitas yang penuh talenta. Namun, sekaligus, jemaat itu juga diwarnai persaingan, intrik, dan perpecahan. Mereka sangat mengagungkan berbagai macam karunia rohani. Akan tetapi, mereka kerap kali melupakan inti dari semua karunia rohani itu, yakni kasih.
Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Yunus diutus oleh Tuhan untuk pergi ke kota Niniwe. Di situ nanti ia menyerukan peringatan terhadap mereka karena kejahatan mereka yang teramat besar (ay. 1-2). Terlihat sebentar kemudian Yunus berkemas. Ia lekas bersiap untuk berangkat. Namun, arahnya bukan menuju Niniwe, melainkan Tarsis (ay. 3). Yunus menolak pergi ke Niniwe, yang artinya, ia bersikap tidak taat kepada Tuhan.
Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib.
Mendapat teguran dari salah satu murid Sekolah Minggu, itulah yang saya alami saat mengajar. Saya berterima kasih karena murid ini tidak sungkan menegur, membuat saya sadar dan berubah. Di kesempatan berbeda, saya tahu seorang pendeta melakukan satu kejahatan. Saya diam dengan dalih sungkan. Saya merasa pendeta ini tahu banyak firman Tuhan, biarlah orang lain saja yang menegur, saya merasa tidak sopan kalau menegur dosanya.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Pesan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini memang mengenai kehidupan seksual dalam pernikahan. Namun, pesan tersebut sebenarnya juga berbicara tentang hal yang lebih luas, lebih mendasar, dan lebih menentukan bagi kehidupan pernikahan. Apa itu?
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Party pooper adalah suatu istilah yang menunjuk pada seseorang yang cenderung merusak suasana atau kesenangan dalam suatu acara, terutama acara pesta. Seorang party pooper kerap kali akan mengeluh, mengungkit hal-hal negatif, atau bersikap pesimis sehingga membuat orang lain yang berada di dekatnya merasa tidak nyaman atau merasa bad mood dalam waktu singkat. Semakin cepat kita mengenali orang seperti ini maka semakin cukup waktu yang dapat kita pakai untuk menemukan cara menangkal pengaruh buruk dari setiap tindakannya.
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Rasul Paulus menyatakan bahwa cinta selalu mewujud dalam sikap dan tindakan yang baik: sabar, sopan, rendah hati, murah hati, adil, tidak egois, mengutamakan kebenaran, sanggup memikul segala sesuatu, dan banyak tindakan baik lainnya (ay. 4-7). Dengan kata lain, sikap dan tindakan yang baik-bagaimanapun wujudnya dan berapa pun kadarnya-adalah indikasi, tanda, atau bukti adanya cinta di hati.
Seorang anak kecil meminta kertas gambar kepada ibunya. Anak itu suka warna biru, maka segera sesudah menerima kertas gambar itu, ia menggoresi semua bagiannya dengan pensil warna biru. "Bagus kan, Bu?" katanya sambil menunjukkan hasil karyanya. Sang ibu tersenyum, lalu berkata, "Bagus, Nak."
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Bayangkan, kita hidup di kota yang penuh keramaian, persaingan, dan tekanan emosi. Nah, seperti itulah lingkungan hidup jemaat Efesus di zaman Paulus. Mereka harus menghadapi tantangan ekonomi dan budaya, juga kehidupan rohani yang menyesatkan. Dalam situasi demikian, gejolak aneka emosi negatif rentan menyelinap dan mengemudikan hidup mereka. Maka, Paulus-melalui sapaan yang penuh kasih dan wawasan bijaksana-mengajak mereka (dan kita) untuk menapaki hidup secara berbeda.
Ayat Alkitab Hari Ini
Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Aplikasi Alkitab offline, tidak dibutuhkan koneksi internet setelah terunduh.
Enlight your daily life with devotional in English and Indonesia.
Kidung Jemaat, Pelengkap Kidung Jemaat and Nyanyikan Kidung Baru.
Directly share Bible verse or devotional to your friends using social media.
Kami mengembangkan aplikasi Alkitab GRATIS pada platform web, BlackBerry, Android maupun iOS. Layanan ini dapat berjalan karena donasi dari para pengguna setia Alkitabku. Jika anda ingin menjadi donatur, silakan klik tombol Donate di bawah ini:
Kami sadar bahwa masih banyak pekerjaan untuk perbaikan dan penyempurnaan aplikasi ini, oleh karena itu saran dan masukan anda sangat penting bagi kami. Jangan lupa untuk membagikan aplikasi ini kepada keluarga dan teman-teman seiman. Semoga anda menyukai aplikasi ini.
Tuhan memberkati