Renungan Harian
UNTUK KEMULIAAN ALLAH
07 November 2026
Sebuah komunitas biasanya dibangun berdasar kesamaan. Kesamaan tempat tinggal, tujuan, pekerjaan, tingkat ekonomi, dan kesamaan-kesamaan yang lain. Homogenitas memudahkan kecocokan. Sebaliknya, komunitas heterogen. Bisa jadi yang kaya sombong terhadap yang miskin, yang miskin minder di depan yang kaya. Atau yang tidak berpendidikan merasa sulit mengikuti pembicaraan kaum intelektual.
Kekristenan adalah komunitas heterogen. Sebagaimana Kristus menerima keberadaan umat yang heterogen, setiap orang percaya harus saling menerima sesamanya sebagai saudara. Sebab, bukankah dengan mengaku orang kristiani setiap orang percaya harus menempatkan Kristus di atas segalanya? Karena itu, kekristenan harus mampu mengesampingkan segala perbedaan. Kaya-miskin, kuat-lemah, tua-muda, pandai-bodoh, kota-desa, bangsawan-jelata, semua harus saling mendukung dalam kasih persaudaraan.
Di dalam Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan orang yang kuat harus menanggung yang lemah serta menolong dalam kasih dan kesabaran. Orang yang berkelimpahan harus menolong yang berkekurangan. Orang percaya harus memiliki kasih yang besar guna merobohkan sekat-sekat pembatas dengan sesamanya. Memiliki orientasi membangun hidup dengan sesama, tidak berpusat pada keuntungan diri. Semakin dewasa iman, semakin kita memikirkan kebaikan dan kemajuan orang lain. Sebaliknya, ketika kita hanya hidup untuk kesenangan sendiri, kita tidak mengikuti teladan Kristus yang hidup untuk menyenangkan hati Bapa dan berkorban demi keselamatan umat-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
Kekristenan adalah komunitas heterogen. Sebagaimana Kristus menerima keberadaan umat yang heterogen, setiap orang percaya harus saling menerima sesamanya sebagai saudara. Sebab, bukankah dengan mengaku orang kristiani setiap orang percaya harus menempatkan Kristus di atas segalanya? Karena itu, kekristenan harus mampu mengesampingkan segala perbedaan. Kaya-miskin, kuat-lemah, tua-muda, pandai-bodoh, kota-desa, bangsawan-jelata, semua harus saling mendukung dalam kasih persaudaraan.
Di dalam Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan orang yang kuat harus menanggung yang lemah serta menolong dalam kasih dan kesabaran. Orang yang berkelimpahan harus menolong yang berkekurangan. Orang percaya harus memiliki kasih yang besar guna merobohkan sekat-sekat pembatas dengan sesamanya. Memiliki orientasi membangun hidup dengan sesama, tidak berpusat pada keuntungan diri. Semakin dewasa iman, semakin kita memikirkan kebaikan dan kemajuan orang lain. Sebaliknya, ketika kita hanya hidup untuk kesenangan sendiri, kita tidak mengikuti teladan Kristus yang hidup untuk menyenangkan hati Bapa dan berkorban demi keselamatan umat-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
UNTUK KEMULIAAN ALLAH JADILAH UMAT YANG KRISTOSENTRIS, BUKAN EGOSENTRIS.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.