Renungan Harian
AMBISI YANG MULIA
06 July 2026
Ambisi adalah keinginan atau hasrat yang besar untuk menjadi sesuatu, atau untuk memperoleh, atau untuk melakukan sesuatu. Sifat ambisius adalah sesuatu yang netral, tergantung motivasi, cara, serta tujuannya. Dalam Perjanjian Baru, digunakan dua kata Yunani untuk menjelaskan hal ini. Yang pertama adalah philotimeomai, yakni keinginan atau cita-cita untuk mengejar atau melakukan sesuatu yang bernilai atau mulia. Kata ini mengandung gagasan untuk berupaya keras karena cinta atau rasa hormat kepada sesuatu. Kata inilah yang digunakan Rasul Paulus untuk menjelaskan ambisinya untuk memberitakan Injil Kristus ke tempat-tempat di mana nama-Nya belum dikenal orang. Ia menganggap hal itu sebagai kehormatan (philotimoumenon) baginya. Ia melakukannya sebagai tanda kasih dan hormatnya kepada Allah.
Kata Yunani yang kedua adalah eritheía, yang bermakna ambisi negatif, egois, menekankan persaingan serta mengakibatkan perselisihan. Orang-orang yang memiliki ambisi ini ingin meraih sesuatu dengan cara-cara yang manipulatif atau penuh tipu daya. Jenis ambisi ini hanya bertujuan untuk memuaskan kepentingan diri sendiri.
Lalu, ambisi yang manakah yang sedang kita kejar dalam hidup ini, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, atau pelayanan? Apakah setiap cita-cita, kerinduan, keinginan, serta pencapaian kita dimaksudkan hanya untuk kepuasan diri sendiri, untuk meninggikan serta membesarkan nama kita? Atau, apakah lahir dari rasa hormat dan cinta kita kepada Allah sehingga kita ingin mengagungkan nama-Nya? Kiranya kita selalu bersedia menundukkan ambisi pribadi kita di bawah kehendak-Nya yang mulia. --HT/www.renunganharian.net
Kata Yunani yang kedua adalah eritheía, yang bermakna ambisi negatif, egois, menekankan persaingan serta mengakibatkan perselisihan. Orang-orang yang memiliki ambisi ini ingin meraih sesuatu dengan cara-cara yang manipulatif atau penuh tipu daya. Jenis ambisi ini hanya bertujuan untuk memuaskan kepentingan diri sendiri.
Lalu, ambisi yang manakah yang sedang kita kejar dalam hidup ini, baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, atau pelayanan? Apakah setiap cita-cita, kerinduan, keinginan, serta pencapaian kita dimaksudkan hanya untuk kepuasan diri sendiri, untuk meninggikan serta membesarkan nama kita? Atau, apakah lahir dari rasa hormat dan cinta kita kepada Allah sehingga kita ingin mengagungkan nama-Nya? Kiranya kita selalu bersedia menundukkan ambisi pribadi kita di bawah kehendak-Nya yang mulia. --HT/www.renunganharian.net
KIRANYA SEGALA AMBISI DAN KERINDUAN KITA BERASAL SERTA BERMUARA PADA RASA HORMAT SERTA KASIH KEPADA ALLAH.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.