HATI YANG TERJAGA

Baca: AMSAL 4:20-23


Bacaan tahunan: Imamat 26-27

Andre sempat kesal ketika hendak turun dari Commuter, tetapi ada orang yang mendesak masuk tanpa memberi kesempatan penumpang yang akan turun lebih dahulu. Sempat ada perkataan kasar dari mulutnya, tetapi tak lama Andre merasa ada suara lembut bergema dalam hatinya, "Kok bisa cepat sekali omong sekasar itu, ya?" Andre pun segera menyadari bahwa Roh Kudus sedang berbicara dalam sanubarinya, untuk menegur sekaligus mengingatkan agar Andre dapat lebih menguasai diri. "Sebenarnya aku dapat menyampaikan pesan yang sama, tetapi dengan cara yang lebih halus, " sesal Andre tak lama berselang.

Reaksi spontan atas suatu peristiwa biasanya merupakan cerminan isi hati, juga kebiasaan yang membentuk karakter seseorang, yang terlihat lewat sikap, ucapan, maupun tindakannya. Itulah sebabnya, nasihat agar menjaga hati dengan penuh waspada masih terasa relevan sampai hari ini. Kewaspadaan menjadi kunci dalam hal ini karena mudah sekali hati ini tersusupi oleh amarah, dendam, hingga kepahitan yang dapat mengakar dan merusak kehidupan orang percaya. Firman Tuhan juga menasihati orang percaya agar tidak menjauhkan hidupnya dari anugerah Allah, supaya akar pahit jangan sampai muncul dan menguasai (Ibr. 12:15).

Kita memang tak dapat mengatur perilaku orang lain, tetapi perihal penguasaan diri dan menjaga hati dari segala bentuk hal yang dapat mencemari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Mari pastikan kondisi hati kita agar tetap baik, supaya reaksi spontan kita juga menghasilkan perilaku yang baik. --GHJ/www.renunganharian.net


HATI YANG TERJAGA DENGAN BAIK DAPAT BERDAMPAK POSITIF BAGI SIKAP DAN PERILAKU.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media