Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KISAH PARA RASUL 23:12-22
Bacaan tahunan: Nehemia 8-9
"Luput" berarti terlepas, tidak kena atau meleset. Sebagian diucapkan dengan kekecewaan karena sudah berusaha sedemikian rupa, tetapi tidak berhasil. Namun, sebagian lagi merasakan kelegaan hati karena terhindar dari sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti pada hari itu dialami oleh Paulus.
Sejumlah orang Yahudi berkomplot dengan niatan untuk membunuh Paulus. Niatan sudah teguh, karena disertai sumpah untuk tidak makan atau minum, sebelum terlenyap nyawa Paulus. Selanjutnya, komplotan itu, yang jumlahnya lebih dari empat puluh orang, pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Mereka menjelaskan perihal niatan tersebut, serta skenario untuk melaksanakannya. Keseluruhannya tampak sudah rapi, rasanya Paulus pasti akan terbunuh. Namun, keponakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengarnya dan memberitahukannya kepadanya. Segera, Paulus meminta salah seorang perwira membawa anak muda itu kepada kepala batalion untuk melaporkan duduk perkaranya. Berdasar laporan tersebut, dirinya dapat terlebih dahulu diungsikan (ay. 23-24). Paulus luput dari maut!
Tidak satu pun peristiwa di kehidupan ini yang sifatnya kebetulan. Jika sampai Paulus terluput, jelas itu karena tangan Tuhan meluputkannya. Situasi kita saat ini tidak kurang menakutkan dari Paulus. Bahaya maut mengancam di mana-mana. Saat berkendara atau berjalan di luar, ada kemungkinan terjadi kecelakaan atau diri kita menjadi sasaran niatan jahat orang lain (penyerangan, penembakan, dsb.). Berlindung dalam rumah pun tidak menjamin keamanan karena mungkin perampok menyatroni atau tiba-tiba terjadi gempa. Namun, tidak perlu kita berkubang dalam kegelisahan. Alasannya, tangan Tuhan masih senantiasa bekerja. Mari berlindung kepada-Nya, sebab Dia sanggup meluputkan kita dari segala mara bahaya. --LIN/www.renunganharian.net
MALAIKAT TUHAN BERKEMAH DI SEKELILING ORANG-ORANG YANG TAKUT AKAN DIA, LALU MELUPUTKAN MEREKA.-MAZMUR 34:8
Please sign-in/login using: