MENGUATKAN DAN MENEGUHKAN HATI

Baca: Yosua 1:1-18


Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 31-33

Bu Sri, seorang penjual sosis bakar sedang mempertimbangkan untuk libur berjualan pada hari Minggu. Ia pun merasa diteguhkan saat mendengar khotbah Minggu tentang menguduskan hari Sabat. Semula ia masih agak ragu menaati dorongan agar menutup usahanya pada hari Minggu, terlebih para pelanggannya berkata: "Minggu jangan libur karena jualanmu lebih laris!" Untunglah Bu Sri tetap meneguhkan hatinya dan Tuhan memberkati usahanya lebih lagi. Saat ditanya, ia pun bisa berkata dengan mantap: "Tidak. Saya hari Minggu libur supaya bisa kebaktian di gereja."

Dalam menjalankan suatu komitmen, terkadang kita akan dihadapkan pada keraguan. Keputusan untuk mengurungkan niat, coba-coba, atau meneruskan niat sering terjadi. Terlebih jika mulai ada "suara-suara" yang dapat menggoyahkan keyakinan kita. Ketika itulah, kita perlu menguatkan dan meneguhkan hati untuk mengambil keputusan dan tidak mundur, apa pun yang akan terjadi. Yosua pasti mengalami kebimbangan saat Allah menunjuknya menjadi penerus kepemimpinan Musa untuk membawa bangsa Israel merebut tanah Kanaan. Itulah sebabnya beberapa kali Allah berkata: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!" (ay. 6, 7 dan 9), karena Allah tahu bahwa mandat yang diberikan sangat berat untuk dituntaskan!

Apakah hari ini kita sedang bimbang, ragu, atau mengalami pergumulan? Mungkin inilah waktunya untuk menguatkan dan meneguhkan hati, sambil meyakini bahwa penyertaan dan kasih karunia Allah tersedia bagi kita. Jangan mundur atau menyerah, tetapi berjuanglah bersama Allah! --GHJ/www.renunganharian.net


WASPADALAH TERHADAP KEBIMBANGAN YANG SERING KALI DAPAT MELEMAHKAN IMAN.


Navigation

Change Language

Social Media