PERLU RASA TAKUT

Baca: ROMA 11:11-24


Bacaan tahunan: Yesaya 58-63

Masuk dalam tiga besar membuat seorang kontestan merasa sangat bangga. Ia terharu sekaligus bersyukur, karena tidak menyangka akan mendapat kesempatan itu. Alih-alih menjadi sombong, ia justru dihantui rasa takut. Ia takut jika pada pertandingan berikutnya tidak dapat membuktikan kualitas yang selayaknya ditampilkan oleh seorang tiga besar. Karenanya, sejak saat itu ia semakin giat mengasah kemampuan guna melayakkan diri.

Israel adalah bangsa pilihan Allah. Namun mereka tidak setia kepada Allah. Karena itu Israel harus menanggung konsekuensi, yakni kebinasaan. Sebaliknya, bangsa-bangsa bukan Yahudi berkesempatan menerima anugerah besar dari Allah. Meski demikian, Paulus mengingatkan agar kesempatan ini tidak membuat mereka menjadi sombong. Mereka justru harus merasa takut, seandainya mereka pun "dipangkas". Rasa takut dicampakkan Allah ini perlu guna mendorong umat bertekun menjaga anugerah-Nya melalui hidup yang taat. Sebab, jika Tuhan tidak menyayangkan bangsa Israel yang notabene merupakan bangsa pilihan-Nya sendiri, terlebih terhadap orang di luar Israel!

Sekalipun bermurah hati membuka anugerah bagi bangsa non-Israel, Allah tetap memegang prinsip dalam ketetapan, keadilan dan kebenaran-Nya. Bukan hanya iman mula-mula yang diharapkan-Nya dari kita, melainkan iman yang berkelanjutan. Iman yang terus bertumbuh, bahkan menghasilkan buah. Karena itu jangan sampai anugerah Tuhan menjadikan kita sombong. Sebaliknya, kita terus memperjuangkan kekudusan karena rasa takut akan Dia. --EBL/www.renunganharian.net


BUKAN PERGUMULAN BERAT, BUKAN PULA HARAPAN AKAN MASA DEPAN. ORANG KRISTEN HANYA PERLU MERASA TAKUT DICAMPAKKAN OLEH TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media