BERANI MENEGUR

Baca: 1 KORINTUS 13


Bacaan tahunan: Pengkhotbah 9-12

Mengasihi berarti tidak suka menyakiti atau melukai hati. Mengasihi berarti tidak mengharapkan sesuatu yang buruk menimpa, terlebih berkeinginan untuk melukai atau menyakiti. Mengasihi berarti tidak senang melakukan kekacauan dan kejahatan, terlebih menyimpan dendam. Mengasihi berarti tidak suka berburuk sangka tanpa disertai bukti yang jelas. Mengasihi berarti tidak bersukacita atas kesalahan dan kegagalan orang lain. Mengasihi juga berarti menutupi dosa, bukan malah menyebarluaskan atau mengumumkan kesalahan orang.

Kasih, yang sepintas hanya terdiri dari lima huruf ini, ternyata mencakup makna yang sangat luas. Karena itu bukan perkara mudah untuk menyatakan kasih yang murni. Salah satunya adalah ketika kita harus menutupi dosa atas dasar kasih. Menutupi kesalahan bukan berarti diam, atau berpura-pura tidak mengetahui kesalahan/dosa orang lain. Mengingat kasih tidak bersukacita atas kejahatan maka mengasihi berarti menyatakan kepedulian dalam wujud menegur dosa, untuk membawa kepada pertobatan.

Memberi teguran memang berisiko. Ada kemungkinan terjadi perselisihan karena kasih yang kita nyatakan disalahpahami. Bukankah tidak sedikit orang yang enggan menerima nasihat, sekalipun hal itu menyelamatkan dan membangun? Meski demikian, jangan sampai hal ini menghentikan penyataan kasih kita. Apalagi jika kita takut menegur karena mencari aman: agar tidak diusik ketika melakukan dosa. Bukankah baik saling menegur dalam kasih? Bukan karena rasa benci, ingin menjatuhkan atau menghancurkan! --EBL/www.renunganharian.net


LEBIH BAIK TEGURAN YANG NYATA-NYATA DARI PADA KASIH YANG TERSEMBUNYI.-AMSAL 27:5


Navigation

Change Language

Social Media