Renungan Harian
DIINGAT DAN TIDAK DILUPAKAN
31 August 2026
Ketika membuka album foto kenangan, kita mencoba mengingat kembali peristiwa, tempat, dan orang-orang di balik foto tersebut. Kadang kita bisa mengingat kembali dengan jelas, tapi tidak jarang kita kesulitan mengingat tempat, waktu, bahkan orang-orang di dalamnya. Ingatan kita sangat terbatas dan bisa lupa. Seperti foto lama yang mulai pudar, kita takut dilupakan. Bagaimana dengan Allah? Apakah Allah bisa melupakan kita?
Di tengah-tengah masa gelap yang dihadapi umat Israel, Tuhan berkata dalam Yesaya 44:21, "Engkau tidak akan Kulupakan." Allah bukan sekadar memotret kita dari jauh, tetapi Dialah yang membentuk kita. Kata "membentuk" dalam bahasa Ibrani (yatsar) berarti Ia membentuk kita dengan sengaja, seperti tukang periuk membentuk tanah liat-teliti, penuh kasih, satu per satu. Meskipun kita berdosa, Ia menghapus semuanya "seperti kabut" (ay. 22). Kabut lenyap tanpa bekas dan sebagai bukti, Ia menyebut nama Kores 150 tahun sebelum ia lahir (ay. 28). Kores, raja asing itu menjadi alat keselamatan di tangan Tuhan. Allah adalah Pribadi yang mengingat umat-Nya dan memegang kendali atas sejarah.
Mungkin hari ini kita merasa seperti foto usang yang mulai dilupakan-oleh teman, oleh dunia, bahkan oleh diri sendiri. Namun, Allah berkata, "Engkau tidak akan Kulupakan." Keberadaan Koresh yang disebut sebagai "Hamba-Ku" adalah gambaran dari kehadiran Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Dosa dan masa lalu kita yang kelam dihapus melalui darah Kristus, Sang Anak Domba Allah. Di dalam Kristus, Allah mengenal dan mengingat keberadaan kita sebagai milik-Nya. Nama kita terukir, bukan di album yang berdebu, tapi di telapak tangan Sang Pencipta. Album kehidupan kita ada di tangan-Nya karena kita tidak dilupakan-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
Di tengah-tengah masa gelap yang dihadapi umat Israel, Tuhan berkata dalam Yesaya 44:21, "Engkau tidak akan Kulupakan." Allah bukan sekadar memotret kita dari jauh, tetapi Dialah yang membentuk kita. Kata "membentuk" dalam bahasa Ibrani (yatsar) berarti Ia membentuk kita dengan sengaja, seperti tukang periuk membentuk tanah liat-teliti, penuh kasih, satu per satu. Meskipun kita berdosa, Ia menghapus semuanya "seperti kabut" (ay. 22). Kabut lenyap tanpa bekas dan sebagai bukti, Ia menyebut nama Kores 150 tahun sebelum ia lahir (ay. 28). Kores, raja asing itu menjadi alat keselamatan di tangan Tuhan. Allah adalah Pribadi yang mengingat umat-Nya dan memegang kendali atas sejarah.
Mungkin hari ini kita merasa seperti foto usang yang mulai dilupakan-oleh teman, oleh dunia, bahkan oleh diri sendiri. Namun, Allah berkata, "Engkau tidak akan Kulupakan." Keberadaan Koresh yang disebut sebagai "Hamba-Ku" adalah gambaran dari kehadiran Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Dosa dan masa lalu kita yang kelam dihapus melalui darah Kristus, Sang Anak Domba Allah. Di dalam Kristus, Allah mengenal dan mengingat keberadaan kita sebagai milik-Nya. Nama kita terukir, bukan di album yang berdebu, tapi di telapak tangan Sang Pencipta. Album kehidupan kita ada di tangan-Nya karena kita tidak dilupakan-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
NAMA KITA TERUKIR DI TELAPAK TANGAN TUHAN, KITA TIDAK AKAN PERNAH DILUPAKAN-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.