BUKAN KUMPULAN ORANG SUCI

Baca: LUKAS 5:27-32


Bacaan tahunan: 2 Samuel 8-12

Seorang pria berjalan masuk ke dalam ruang kebaktian gereja. Baru pertama kali ia datang ke situ. Pria itu mengambil tempat duduk di deretan paling depan. Seorang jemaat melihatnya, lalu bergegas menemui Pak Pendeta. "Pria itu pemabuk dan penjudi. Aku tahu hal itu karena ia tetanggaku, " lapornya. Pak Pendeta tersenyum. "Tidak apa-apa, Bung, " kata beliau, "gereja bukan kumpulan orang suci."

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut. Mereka mengeluh mengapa Yesus makan di rumah Lewi, si pemungut cukai. Malah di situ diundang pula sejumlah besar pemungut cukai lainnya. Mengapa Yesus berkumpul bersama para pendosa? Yesus menjelaskan bahwa diri-Nya datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat (ay. 32). Ibarat seorang tabib didatangkan bukan untuk kepentingan orang sehat, tetapi orang sakit (ay. 31). Sebagaimana peranan Yesus, demikian peranan gereja seharusnya. Gereja bukan kumpulan orang suci. Gereja bukan tempat hanya bagi orang-orang rohani. Gereja berdiri terutama untuk menjangkau orang berdosa supaya mereka bertobat.

Jangan kita enggan datang ke gereja saat sadar telah berbuat dosa. Gereja bukan kumpulan orang suci maka tidak harus kita menjadi suci baru boleh berada di gereja. Saat sadar telah berbuat dosa, justru kita harus datang ke gereja supaya bertobat dan dipulihkan. Jangan tolak kehadiran seorang berdosa di dalam gereja. Saat tahu ada seseorang yang berdosa, justru kita harus mengajaknya datang ke gereja supaya ia bertobat dan dipulihkan. --LIN/www.renunganharian.net


GEREJA ADALAH KUMPULAN ORANG BERDOSA UNTUK KEMUDIAN DIUBAHKAN MENJADI ORANG-ORANG SUCI.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media