AMNESIA ROHANI

Baca: BILANGAN 11:4-23


Bacaan tahunan: Kejadian 16-18

Padang gurun bukanlah tempat yang nyaman untuk ditinggali, apalagi untuk waktu yang lama. Tempat itu sunyi, kering, dan tandus. Suhunya sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Beberapa spesies hewan berbisa juga ada di sana. Itulah kondisi yang dihadapi bangsa Israel setelah keluar dari perbudakan Mesir. Situasi sulit itu membuat mereka abai pada janji Tuhan bahwa tempat itu bukanlah tujuan mereka, melainkan proses menuju Tanah Perjanjian.

Mereka lalu membual tentang betapa indahnya hidup mereka sebelumnya di tanah Mesir, bahkan katanya berlimpah madu dan susunya (bdk. Bil. 16:13). Mereka teringat betapa nikmatnya makanan dengan beragam olahan bumbunya yang katanya mereka peroleh di sana secara gratis. Mereka pun menangis karena ingin makan daging. Mereka bahkan menghina manna, makanan yang Allah sediakan setiap hari untuk mereka nikmati. Padahal nyatanya, di Mesir mereka hidup sebagai budak. Ditindas penguasa dan hidup serba menderita (Kel. 1). Mereka memutarbalikkan fakta akibat tidak mampu bersyukur atas pemberian dan pemeliharaan Allah. Mereka seperti dilanda amnesia, penyakit lupa ingatan atas kebaikan Tuhan.

Mereka lupa bahwa Allah telah menyediakan keperluan mereka dengan cara-Nya yang ajaib. Mereka juga telah mengalami berbagai mukjizat-Nya: luput dari berbagai tulah di Mesir serta menyeberangi Laut Teberau. Jika mereka menginginkan sesuatu, seharusnya mereka dapat memintanya kepada Allah dengan penuh hormat, terlebih kehadiran-Nya dapat mereka saksikan melalui tiang awan dan tiang api, setiap saat. Amnesia rohani ini membuat mereka ditimpa murka Allah. Kiranya kita menjauhi tabiat yang demikian!
-HT/www.renunganharian.net


JANGANLAH KITA MELUPAKAN SEGALA KEBAIKAN TUHAN AGAR KITA MAMPU BERSYUKUR DAN MEMUJI-NYA DALAM SEGALA KEADAAN


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media