Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 2 KORINTUS 9:6-15
Bacaan tahunan: Bilangan 8-10
Jemaat Korintus berjanji untuk memberikan persembahan bagi jemaat Yerusalem. Hal itu membuat Paulus membanggakan mereka di hadapan jemaat Makedonia. Bahkan, niat baik mereka juga merangsang orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama. Namun, jemaat Korintus tidak segera mewujudkan janjinya. Karena itu, Paulus mendorong mereka untuk segera mewujudkan janjinya sambil memotivasi mereka menggunakan hukum tabur tuai.
Meski demikian, Paulus tidak bermaksud mengajar jemaat Korintus untuk memberi dengan motivasi supaya mendapat imbalan atau memancing berkat yang lebih besar. Paulus menekankan semangat memberi dengan kerelaan hati, sukacita tanpa paksaan. Lagi pula, Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya kekurangan. Ini bukan hanya berbicara tentang hal duniawi (materi), melainkan kasih karunia secara menyeluruh (hikmat, sukacita, dan damai sejahtera). Terlebih pelayanan kasih melalui pemberian berdampak melimpahkan ungkapan syukur bagi Allah. Sebab, orang yang menerima pemberian kita akan bersyukur kepada Allah. Karena pemberian yang kita bagikan, mereka juga memuliakan Allah.
Tuhan memberikan kelimpahan kepada umat bukan supaya umat dapat berfoya-foya, melainkan untuk tujuan yang rohani, yakni berbagai perbuatan baik. Ini berarti bahwa sesungguhnya di balik setiap berkat yang Tuhan curahkan, ada tugas yang mesti kita emban, yaitu menjadi saluran berkat. Dengan demikian, tolok ukur berkat bagi orang percaya bukan lagi banyaknya harta yang dimiliki, melainkan banyaknya kebaikan yang dilakukan. --EBL/www.renunganharian.net
TUHAN MELIMPAHKAN KASIH KARUNIA UNTUK DIBAGIKAN DALAM SEGALA KEBAJIKAN, BUKAN UNTUK DISIMPAN ATAU DIPAMERKAN.
Please sign-in/login using: