Renungan Harian
PILIHAN YANG TEPAT
29 June 2026
Lembah Yordan memiliki banyak air. Kesuburannya begitu menakjubkan sehingga sangat cocok untuk mengembangkan pertanian, peternakan, dan membangun kehidupan. Keindahan Lembah Yordan bahkan disebut seperti Taman Tuhan (Eden). Lembah Yordan juga disebut seperti tanah Mesir yang terkenal subur karena adanya aliran Sungai Nil. Perbandingan ini menunjukkan potensi kekayaan ekonomi yang besar. Dari kacamata manusia, jelas Lembah Yordan menggoda secara duniawi: memberi jaminan hidup nyaman dan makmur.
Tidak mengherankan jika Lot tergoda untuk memilih Lembah Yordan. Ia melihat keuntungan materi yang besar. Malangnya, pandangan Lot hanya sebatas jasmani. Ia tidak memikirkan kebobrokan kondisi moral orang-orang Sodom yang tinggal di sana. Sehingga pilihan yang tampaknya tepat dan menguntungkan berakhir dengan kesia-siaan dan kebinasaan. Lot tidak hanya kehilangan harta benda. Istrinya ikut mati ketika kota itu dihancurkan.
Peristiwa yang menimpa Lot kiranya menjadi pelajaran bagi kita. Supaya kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan, bukan bersandar pada pengertian sendiri. Termasuk dalam hal yang tampaknya sudah tepat menurut logika sekalipun. Kita tetap perlu mempergumulkan dalam doa dan mempertimbangkan dengan hikmat-Nya. Supaya kita tidak mudah terlena dan tergoda oleh rupa-rupa dunia yang tampaknya menggiurkan secara kasat mata. Karena sebanyak dan sebesar apa pun harta duniawi sifatnya mudah hilang dan pergi. Hanya harta rohani yang bernilai kekal dan abadi. --EBL/www.renunganharian.net
Tidak mengherankan jika Lot tergoda untuk memilih Lembah Yordan. Ia melihat keuntungan materi yang besar. Malangnya, pandangan Lot hanya sebatas jasmani. Ia tidak memikirkan kebobrokan kondisi moral orang-orang Sodom yang tinggal di sana. Sehingga pilihan yang tampaknya tepat dan menguntungkan berakhir dengan kesia-siaan dan kebinasaan. Lot tidak hanya kehilangan harta benda. Istrinya ikut mati ketika kota itu dihancurkan.
Peristiwa yang menimpa Lot kiranya menjadi pelajaran bagi kita. Supaya kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan, bukan bersandar pada pengertian sendiri. Termasuk dalam hal yang tampaknya sudah tepat menurut logika sekalipun. Kita tetap perlu mempergumulkan dalam doa dan mempertimbangkan dengan hikmat-Nya. Supaya kita tidak mudah terlena dan tergoda oleh rupa-rupa dunia yang tampaknya menggiurkan secara kasat mata. Karena sebanyak dan sebesar apa pun harta duniawi sifatnya mudah hilang dan pergi. Hanya harta rohani yang bernilai kekal dan abadi. --EBL/www.renunganharian.net
PERTIMBANGAN DUNIAWI SERING KALI MENYESATKAN. NAMUN, PILIHAN YANG DIDASARKAN PADA KEHENDAK TUHAN MEMBUAHKAN KEHIDUPAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.