Renungan Harian
ALASAN BERBAGI
26 June 2026
Sebagian orang rela membagikan hartanya dengan maksud supaya menerima berkat yang lebih banyak lagi. Mereka berprinsip bahwa orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga. Karena itu, mereka rela menabur banyak supaya menuai banyak juga.
Paulus mengajarkan bahwa orang yang mengharapkan panen yang baik tidak akan sayang menabur benih. Sebab, biasanya hasil bergantung dari benih yang ditabur (ay. 6). Meski demikian, Paulus menambahkan bahwa melakukan kebaikan harus dengan sukacita. Bukan dengan sedih hati atau paksaan (ay. 7). Apalagi menjadikan kebaikan sebagai umpan untuk memancing berkat. Terlebih mengingat bahwa orang beriman tak boleh terikat pada harta dunia, melainkan kasih. Kerinduan untuk memberi dengan sukacita inilah tanda hati yang terikat kasih.
Mungkin, keraguan terbesar ketika hendak berbagi adalah kekhawatiran akan kekurangan. Namun, Paulus menegaskan bahwa Allah akan senantiasa mencukupkan, bahkan menyediakan lebih dari cukup. Bukankah Allah yang menyediakan benih dan berkat bagi kita? Maka Ia juga akan menyediakan dan memperbanyak tuaian dari yang kita tabur. Hanya, kesemuanya itu ditujukan untuk menyatakan pekerjaan Tuhan, yakni berbuat kebaikan lebih dan lebih lagi.
Mudahnya, setiap harta menuntut tanggung jawab untuk mengingat sesama. Terlebih kekayaan kita di hadapan Tuhan bukanlah banyaknya harta yang kita miliki, melainkan seberapa banyak kasih kita hidupi. Semakin kita memiliki kemurahan, kasih, dan pengampunan bagi sesama, semakin nyatalah kekayaan kita. --EBL/www.renunganharian.net
Paulus mengajarkan bahwa orang yang mengharapkan panen yang baik tidak akan sayang menabur benih. Sebab, biasanya hasil bergantung dari benih yang ditabur (ay. 6). Meski demikian, Paulus menambahkan bahwa melakukan kebaikan harus dengan sukacita. Bukan dengan sedih hati atau paksaan (ay. 7). Apalagi menjadikan kebaikan sebagai umpan untuk memancing berkat. Terlebih mengingat bahwa orang beriman tak boleh terikat pada harta dunia, melainkan kasih. Kerinduan untuk memberi dengan sukacita inilah tanda hati yang terikat kasih.
Mungkin, keraguan terbesar ketika hendak berbagi adalah kekhawatiran akan kekurangan. Namun, Paulus menegaskan bahwa Allah akan senantiasa mencukupkan, bahkan menyediakan lebih dari cukup. Bukankah Allah yang menyediakan benih dan berkat bagi kita? Maka Ia juga akan menyediakan dan memperbanyak tuaian dari yang kita tabur. Hanya, kesemuanya itu ditujukan untuk menyatakan pekerjaan Tuhan, yakni berbuat kebaikan lebih dan lebih lagi.
Mudahnya, setiap harta menuntut tanggung jawab untuk mengingat sesama. Terlebih kekayaan kita di hadapan Tuhan bukanlah banyaknya harta yang kita miliki, melainkan seberapa banyak kasih kita hidupi. Semakin kita memiliki kemurahan, kasih, dan pengampunan bagi sesama, semakin nyatalah kekayaan kita. --EBL/www.renunganharian.net
SEMAKIN BESAR BERKAT TUHAN KITA TERIMA DAN RASAKAN SEMAKIN BESAR TANGGUNG JAWAB KITA UNTUK MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.