KENDALI INTERNAL

Baca: MAZMUR 32:8-9


Bacaan tahunan: 1 Tesalonika 1-5

Jika kepada kuda atau bagal disampaikan norma, "Jangan serobot rumput sesama," atau tujuan, "Pergilah ke pasar," mereka tak akan merespons. Agar perilaku yang diingini terwujud, mereka harus dipaksa dengan kekang dan les. Sebab itu, Tuhan mengingatkan kita agar tak berperilaku seperti kuda maupun bagal (ay. 9). Tentang apa semua itu? Pengendalian diri!

Ada dua tipe pengendalian diri. Pertama, pengendalian diri eksternal: pengendalian diri karena hal-hal di luar diri. Orang tahu arah dan norma yang harus diikuti, namun menolak arah dan norma itu. Seperti kuda dan bagal harus dikendalikan dengan kekang dan les, orang ini mengikuti arah dan norma yang benar hanya jika dipaksa dengan hal-hal di luar dirinya: pengawasan, sanksi, bahkan penghalang fisik (kawat berduri, borgol, penjara, dll.). Tanpa itu, ketaatan tak terwujud.

Kedua, pengendalian diri internal: pengendalian diri oleh faktor di dalam diri, yakni kesadaran akan nilai yang baik, dan komitmen untuk menaati nilai itu. Orang dengan kendali diri internal memiliki hasrat yang kuat untuk bertindak benar. Dia diarahkan oleh kesadarannya akan nilai yang baik, dan didorong oleh komitmennya pada nilai itu, untuk memilih langkah yang benar.

"Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal." Tajamnya sabda itu menunjukkan betapa Tuhan amat tak berkenan pada hidup dengan kendali diri eksternal. Dia menghendaki kita hidup dengan kendali diri internal: selalu dikendalikan oleh kesadaran akan kebenaran dan komitmen kita atasnya.
-EE/www.renunganharian.net


TUHAN MENGHENDAKI KITA HIDUP DENGAN KENDALI DIRI INTERNAL: KESADARAN AKAN KEBENARAN, DAN KOMITMEN KITA ATASNYA


Navigation

Change Language

Social Media