Renungan Harian
KAIDAH KENCANA
28 July 2026
Kaidah Kencana atau Hukum Emas (Golden Rule) adalah prinsip etika yang mengajarkan agar kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan, serta tidak melakukan kepada orang lain sesuatu yang tak ingin kita alami. Jika ingin dihormati maka hormatilah orang lain. Jika ingin mengalami kemurahan hati maka bermurah hatilah. Jika tidak ingin milikmu dicuri maka janganlah mencuri. Jika tidak ingin dibenci maka jangan membenci.
Pengajaran ini dapat ditemui dalam berbagai agama serta filsafat kuno, tetapi versi yang paling populer sering dikutip dari pengajaran Tuhan Yesus. Dia menantang kita untuk sungguh-sungguh berpikir sebelum melakukan sesuatu. Dia meminta kita untuk berempati, yakni menempatkan diri kita dalam posisi orang lain. Dengan demikian, kita seharusnya menyadari konsekuensi dari setiap tindakan kita. Maka patutlah kita berhati-hati dalam menjalani hidup serta menyelaraskannya dengan kehendak Allah.
Perintah Yesus ini juga mengajar kita untuk mengambil inisiatif pertama. Kita harus proaktif. Jangan menunggu orang lain bertindak lebih dulu. Melainkan, kitalah yang memulai suatu tindakan sehingga dapat mengakibatkan efek berantai yang akan menghasilkan hal-hal yang mencerminkan kehendak Allah. Ingin melihat orang lain berbuat baik? Maka lakukanlah perbuatan baik! Ingin melihat orang lain mengampuni? Maka tawarkanlah pengampunan! Ingin melihat orang lain bersikap jujur? Maka praktikkanlah perilaku hidup yang jujur! Jika setiap pengikut Kristus menaati perintah ini maka kita akan menyaksikan dunia yang semakin dipenuhi oleh kasih dan kebaikan. --HT/www.renunganharian.net
Pengajaran ini dapat ditemui dalam berbagai agama serta filsafat kuno, tetapi versi yang paling populer sering dikutip dari pengajaran Tuhan Yesus. Dia menantang kita untuk sungguh-sungguh berpikir sebelum melakukan sesuatu. Dia meminta kita untuk berempati, yakni menempatkan diri kita dalam posisi orang lain. Dengan demikian, kita seharusnya menyadari konsekuensi dari setiap tindakan kita. Maka patutlah kita berhati-hati dalam menjalani hidup serta menyelaraskannya dengan kehendak Allah.
Perintah Yesus ini juga mengajar kita untuk mengambil inisiatif pertama. Kita harus proaktif. Jangan menunggu orang lain bertindak lebih dulu. Melainkan, kitalah yang memulai suatu tindakan sehingga dapat mengakibatkan efek berantai yang akan menghasilkan hal-hal yang mencerminkan kehendak Allah. Ingin melihat orang lain berbuat baik? Maka lakukanlah perbuatan baik! Ingin melihat orang lain mengampuni? Maka tawarkanlah pengampunan! Ingin melihat orang lain bersikap jujur? Maka praktikkanlah perilaku hidup yang jujur! Jika setiap pengikut Kristus menaati perintah ini maka kita akan menyaksikan dunia yang semakin dipenuhi oleh kasih dan kebaikan. --HT/www.renunganharian.net
MENEMPATKAN DIRI KITA BERADA DALAM POSISI ORANG LAIN AKAN MENOLONG KITA MENJALANI HIDUP YANG MENCERMINKAN KASIH ALLAH.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.