Renungan Harian
KEPENTINGAN ABADI
21 October 2026
Apa yang terjadi jika dua orang yang bermusuhan memiliki kepentingan yang sama? Ingin menghancurkan musuh yang sama, misalnya. Mereka dengan mudahnya berdamai dan bekerja sama, menggalang kekuatan sehingga dapat melumpuhkan musuh itu. Namun, apakah perdamaian mereka dapat berlangsung lama? Belum tentu. Tergantung kepentingan berikutnya. Sebab, dalam dunia politik tidak pernah ada kawan sejati, yang ada hanyalah kepentingan abadi.
Pilatus adalah seorang gubernur Yudea. Ia merupakan perpanjangan tangan kekaisaran Romawi atas Israel sebagai bangsa jajahannya. Sementara Herodes adalah raja wilayah Galilea, pemimpin orang Yahudi. Pilatus dan Herodes bermusuhan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah karena Pilatus menyembelih orang-orang Galilea untuk dipersembahkan kepada dewa-dewanya (Luk. 13:1). Namun, saat Pilatus mengirim Yesus kepada Herodes, hal itu dipandangnya sebagai kebaikan. Sebab, Herodes sudah sangat lama ingin bertemu Yesus. Terlebih, keduanya sepakat tidak membebaskan Yesus sekalipun sama-sama menyatakan Yesus tidak bersalah. Tujuannya, supaya tetap mendapat dukungan rakyat. Hal itu ternyata mampu membuat mereka mengakhiri permusuhan.
Apakah prinsip Pilatus dan Herodes juga hidup dalam diri kita? Semoga tidak. Sebab kepentingan abadi setiap pengikut Kristus adalah memuliakan Allah. Dengan demikian setiap persahabatan yang kita jalin semestinya didasari ketaatan kepada Tuhan. Dalam kebenaran, kasih, dan ketulusan. Bukan semata-mata kepentingan dan keuntungan yang dibungkus kebaikan. --EBL/www.renunganharian.net
Pilatus adalah seorang gubernur Yudea. Ia merupakan perpanjangan tangan kekaisaran Romawi atas Israel sebagai bangsa jajahannya. Sementara Herodes adalah raja wilayah Galilea, pemimpin orang Yahudi. Pilatus dan Herodes bermusuhan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah karena Pilatus menyembelih orang-orang Galilea untuk dipersembahkan kepada dewa-dewanya (Luk. 13:1). Namun, saat Pilatus mengirim Yesus kepada Herodes, hal itu dipandangnya sebagai kebaikan. Sebab, Herodes sudah sangat lama ingin bertemu Yesus. Terlebih, keduanya sepakat tidak membebaskan Yesus sekalipun sama-sama menyatakan Yesus tidak bersalah. Tujuannya, supaya tetap mendapat dukungan rakyat. Hal itu ternyata mampu membuat mereka mengakhiri permusuhan.
Apakah prinsip Pilatus dan Herodes juga hidup dalam diri kita? Semoga tidak. Sebab kepentingan abadi setiap pengikut Kristus adalah memuliakan Allah. Dengan demikian setiap persahabatan yang kita jalin semestinya didasari ketaatan kepada Tuhan. Dalam kebenaran, kasih, dan ketulusan. Bukan semata-mata kepentingan dan keuntungan yang dibungkus kebaikan. --EBL/www.renunganharian.net
IKATLAH PERSAHABATAN MENGGUNAKAN KASIH TUHAN. JALANILAH DALAM KEBENARAN SEBAGAI WUJUD KETAATAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.