Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: FILIPI 4:2-9
Bacaan tahunan: Yosua 16-18
Saya sempat tercenung setelah menerima balasan pesan dari Rani, seorang teman lama yang terpisah jarak empat ratus kilometer. Melalui informasi dari grup WhatsApp (WA), saya mengetahui bahwa Rani sedang menderita sakit yang cukup kronis. Ketika saya menanyakan kondisinya, tanpa saya duga ia membalas melalui voice note WA, dengan suara terdengar lemah dan berat, seperti ini, "Semuanya baik, teman. Tuhan Yesus pegang kendali dalam setiap kehidupan kita. Saya harap kalian dalam keadaan sehat ya. Tuhan Yesus memberkati."
Ketika mendorong agar jemaat di Filipi tetap menjaga sukacita dalam Tuhan, Paulus sedang berada dalam penjara. Pengalaman pelayanan rasul Kristus ini, jika direspons dalam kondisi normal, juga rasanya berat untuk menjaga hati agar tetap bersukacita. Secara umum, rasanya akan terlihat mudah sekali menyarankan orang lain agar bersukacita ketika seseorang dalam kondisi baik, tetapi jika kondisi sedang mengalami pergumulan, kesusahan, berjuang melawan penyakit, atau mengalami kedukaan, siapa yang mampu mendorong orang lain agar tetap bersukacita, jika bukan karena pertolongan Tuhan?
Dalam harapan agar orang percaya tetap menjaga sukacita dalam dirinya, tulisan Rasul Paulus ada unsur Ilahi jika kita menilik bahasa aslinya (en-theos: di dalam Tuhan). Ya, sejatinya sukacita sejati hanya mungkin dialami ketika Tuhan bekerja dalam hati setiap orang percaya sehingga mereka dapat mendorong orang lain untuk tetap bersukacita dan berharap kepada Tuhan. Bagaimana dengan hidup kita? --GHJ/www.renunganharian.net
HANYA DALAM KRISTUS SUKACITA ILAHI DAPAT DIRASAKAN DALAM SEGALA SITUASI.
Please sign-in/login using: