Renungan Harian
ALAT PEMULIHAN
06 August 2026
Orang-orang golongan bersunat (orang Yahudi yang menjadi percaya kepada Kristus) mempermasalahkan tindakan Petrus sekembalinya dari rumah Kornelius, seorang non-Yahudi (yang dianggap kafir). Sebab, bagi mereka sunat bukan hanya tradisi, melainkan batas identitas antara yang suci (umat Allah) dan yang najis (bangsa lain). Maka tindakan Petrus masuk ke rumah orang kafir dan makan bersama mereka melanggar kesucian hukum dan tradisi nenek moyang.
Namun, Allah mengajar hal baru melalui penglihatan Petrus. Awalnya, Petrus pun menolak ketika diminta menyembelih dan memakan binatang yang selama ini dianggap haram dan najis. Namun, Allah menegaskan, yang dinyatakan-Nya halal tak boleh dinyatakan haram (bdk. Kis. 10:15). Artinya, Allah membuka pintu keselamatan bagi semua bangsa tanpa perbedaan etnis, budaya, dan latar belakang.
Kadang, kita (orang percaya) juga membatasi kasih karunia Allah. Menganggap Allah hanya bekerja dalam "lingkaran kita" dan anugerah-Nya hanya layak untuk kita. Kita sulit menerima jika orang lain yang berbeda pun bisa dipakai dan dikasihi Allah. Jangankan terhadap orang yang belum percaya. Ketika saudara seiman kedapatan terpeleset ke dalam dosa saja kita segera menyingkir alih-alih menolong mereka menuju pertobatan. Padahal, kasih karunia dan pertobatan tidak dibatasi oleh pandangan manusia tentang siapa yang layak dan tidak layak. Allah memberi kesempatan kepada semua orang, dan kita yang telah lebih dulu menerima panggilan-Nya adalah alat pemulihan demi kasih-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
Namun, Allah mengajar hal baru melalui penglihatan Petrus. Awalnya, Petrus pun menolak ketika diminta menyembelih dan memakan binatang yang selama ini dianggap haram dan najis. Namun, Allah menegaskan, yang dinyatakan-Nya halal tak boleh dinyatakan haram (bdk. Kis. 10:15). Artinya, Allah membuka pintu keselamatan bagi semua bangsa tanpa perbedaan etnis, budaya, dan latar belakang.
Kadang, kita (orang percaya) juga membatasi kasih karunia Allah. Menganggap Allah hanya bekerja dalam "lingkaran kita" dan anugerah-Nya hanya layak untuk kita. Kita sulit menerima jika orang lain yang berbeda pun bisa dipakai dan dikasihi Allah. Jangankan terhadap orang yang belum percaya. Ketika saudara seiman kedapatan terpeleset ke dalam dosa saja kita segera menyingkir alih-alih menolong mereka menuju pertobatan. Padahal, kasih karunia dan pertobatan tidak dibatasi oleh pandangan manusia tentang siapa yang layak dan tidak layak. Allah memberi kesempatan kepada semua orang, dan kita yang telah lebih dulu menerima panggilan-Nya adalah alat pemulihan demi kasih-Nya. --EBL/www.renunganharian.net
"JADI, KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN JUGA ALLAH MENGARUNIAKAN PERTOBATAN YANG MEMIMPIN KEPADA HIDUP."-KISAH PARA RASUL 11:18B


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.