DISUKAI

Baca: KIS. PR. RASUL 2:41–47


Bacaan tahunan: Imamat 1–3

Beragam usaha manusia agar diri mereka disukai. Ada yang mati-matian menjaga penampilan fisiknya. Sebagian berupaya agar populer. Cukup banyak pula yang bermurah hati dan berbagi dengan banyak orang. Ada yang selalu melontarkan lelucon dan banyak bercanda. Namun kerap usaha-usaha ini berakhir dengan kekecewaan. Sebab relasi yang terjalin bersifat dangkal dan tidak permanen.

Cerita berbeda dengan jemaat mula-mula. Bukan hanya satu atau dua jemaat saja yang disukai, melainkan seluruh kelompok mereka. Padahal biasanya orang tidak suka dengan kumpulan orang bila dirinya tidak tergolong ke dalam kumpulan itu. Orang juga sering merasa terganggu jika ada kelompok, apalagi kelompok besar, mengadakan acara yang asing bagi mereka. Apakah rahasianya sehingga jemaat mula-mula bahkan semakin bertambah jumlahnya? Mereka ternyata telah bertobat dan menerima karunia Roh Kudus (ay. 38). Kesatuan dan saling berbagi terus terpelihara (ay. 44). Juga senantiasa mengenang dan bersyukur atas pengorbanan Kristus yang menebus dosa (ay. 46). Selain itu, mereka hidup tulus, tidak punya agenda terselubung agar diri mereka diuntungkan dan disukai.

Jika diri kita atau gereja tidak bertumbuh, patutlah kita becermin kepada jemaat mula-mula. Benar bahwa kita tidak bisa meniru sepenuhnya kehidupan orang percaya yang pernah sukses di masa silam. Namun kita dapat meneladani jemaat mula-mula yang mengejar kasih yang tulus. Kasih itu muncul oleh pengenalan dan relasi mereka dengan Kristus Yesus.
-HEM/www.renunganharian.net


RAHASIA MENJADI DIRI DAN JEMAAT YANG BERTUMBUH ADALAH MENGENAL YESUS MELALUI DOA DAN PEMBACAAN KITAB SUCI, SERTA MENGEMBANGKAN KASIH YANG TULUS KEPADA SEMUA ORANG


Navigation

Change Language

Social Media