AMAT JAHAT DAPAT BERTOBAT

Baca: 2 TAWARIKH 33:1-20


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 12-14

Ada orang mendapat predikat "jahat". Maksudnya, orang itu telah melakukan tindakan yang buruk. Mungkin ia menghina, memfitnah, atau menipu sesamanya. Lalu, ada juga orang mendapat predikat "amat jahat". "Amat" menunjukkan tingkat keburukan yang lebih besar. Mungkin ia memperdaya, menganiaya, atau membunuh sesamanya. Orang jahat dijauhi, apalagi orang yang amat jahat.

Rakyat Yehuda seakan mengalami masa kegelapan pada masa pemerintahan Raja Manasye. Manasye melakukan tindakan yang buruk, yakni memuja patung berhala (ay. 3). Tidak cukup sampai di situ, ia melakukan ramal, nujum, dan sihir. Pula ia menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal, bahkan mempersembahkan anak-anaknya sebagai kurban bakaran (ay. 6). Semuanya itu membuat sakit hati Tuhan. Manasye boleh dikelompokkan sebagai raja yang amat jahat. Kisah Manasye termuat dalam kitab 2 Raja-raja dan 2 Tawarikh. Syukurlah dari salah satu kitab itu kita menemukan akhir melegakan! Manasye, raja Yehuda, bertobat. Dalam situasi terdesak karena diserang oleh raja Asyur, ia merendahkan diri di hadapan Tuhan (ay. 12). Manasye mengakui bahwa Tuhan itu Allah (ay. 13).

Kisah Manasye mengumandangkan harapan akan adanya akhir melegakan dari seorang manusia yang bobrok kelakuannya. Orang yang amat jahat dapat bertobat. Mungkin ada dari orang-orang yang kita kasihi yang berbuat amat jahat. Jangan berputus asa karena mereka masih dapat berubah. Mungkin kita sendiri telah berbuat amat jahat. Jangan tawar hati karena masih ada kesempatan bagi kita untuk berbenah. Jangan pernah menyerah memberitakan Injil kepada orang-orang yang amat jahat karena mereka masih dapat diselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net


BAGI ORANG-ORANG YANG AMAT JAHAT, MASIH ADA PENGHARAPAN AKAN PERTOBATAN SELAMA NAPAS HIDUP MASIH BEREMBUS.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media