DAMPAK PERBEDAAN FOKUS

Baca: 1 Raja-raja 19:1-18


Bacaan tahunan: Bilangan 32-33

Diancam oleh Izebel, spontan Elia menjadi takut. Namun meneropong peristiwa sebelumnya, Elia pernah tidak takut, padahal ia seorang diri menghadapi 450 nabi Baal. Mengapa berhadapan dengan banyak musuh Elia tidak takut, sementara menghadapi ancaman seorang wanita ia menjadi sangat takut?

Ketika berhadapan dengan nabi-nabi Baal, Elia berfokus kepada pekerjaan Tuhan. Ia tidak rela melihat bangsa Israel lebih lama berlaku timpang dan bercabang hati (1Raj. 18:21). Ketika menghadapi ancaman Izebel, Elia berfokus kepada dirinya sendiri. Ia takut mati di tangan Izebel! Berfokus kepada diri sendiri membuat kita rapuh, lemah dan kalah. Menariknya, Tuhan tidak "mengelus-elus" Elia dengan kata-kata penghiburan! Demi menumbuhkan kembali semangat dan keberaniannya, Tuhan berkata: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik..." (ay. 15). Kembali berfokus kepada pekerjaan Tuhan, di situlah letak kekuatan dan keberanian seseorang!

Sekiranya hari-hari ini kita merasa hati ini begitu rapuh, jiwa ini begitu lemah dan kekalahan demi kekalahan terus-menerus kita alami, mari kita periksa apakah kita terlalu berfokus kepada diri sendiri. Semakin kita melihat kepada diri sendiri, maka semakin kita merasa tidak berdaya. Jika kita ingin kembali menjadi kuat, berani dan bersemangat, mulailah berfokus pada pekerjaan Tuhan di kehidupan kita! Berfokus pada pekerjaan Tuhan membuat kita tidak lagi melihat kelemahan diri sendiri, tetapi kekuatan-Nya yang senantiasa menyertai. --LIN/www.renunganharian.net


ORANG YANG BERFOKUS KEPADA DIRI SENDIRI MENGENAKAN KEKUATAN MANUSIA. KEKUATAN ALLAH ADA PADA MEREKA YANG BERFOKUS MELAKUKAN PEKERJAAN-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media