Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MAZMUR 23
Bacaan tahunan: 1 Raja-raja 18-20
Dalam sebuah ibadah di gereja, Pendeta berseru, "God is good!" (Allah itu baik), lalu jemaat menyahut, "All the time!" (Selama-lamanya). Kompak sekali! Pendeta dan jemaat sepakat berpendapat bahwa Allah itu baik selama-lamanya. Sayangnya, kekompakan acapkali tidak lama bertahan. Saat kehidupan diempas kesukaran, hati meragukan kebenaran akan kebaikan Allah untuk saat itu. Maka pendapat pun berubah. Allah itu baik, hanya tidak selama-lamanya, melainkan sewaktu-waktu.
Daud menyatakan bahwa kebaikan dan kasih setia belaka mengikutinya seumur hidupnya (ay. 6a). Pernyataan yang serupa pendapat "Allah itu baik selama-lamanya". Padahal kehidupan Daud tidak berjalan mulus. Ada banyak empasan kesukaran, contohnya kejaran Raja Saul dan kudeta Absalom, putranya. Daud sendiri tidak memungkiri kenyataan itu dengan menyebutkan "lembah kekelaman" dan "lawan" (ay. 4a-5a). Namun, Daud tidak mengubah pernyataannya tentang Allah. "Seumur hidup" tidak diganti "setengah umur hidup", "selama-lamanya" tidak diubah "sewaktu-waktu". Alasannya, Daud mengerti ada maksud Tuhan ketika Ia mengizinkan kesukaran terjadi. Kesukaran membuat dirinya semakin tangguh. Daud memandang kesukaran juga sebagai kebaikan Tuhan sehingga ia mengucap syukur, katanya, "Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang" (Mzm. 144:1).
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rm. 8:28). "Segala sesuatu" termasuk empasan kesukaran yang Dia izinkan datang. Sadari ada maksud Tuhan di baliknya yang menguntungkan kita. Maka jangan ubah pendapat kita tentang Tuhan! Sekalipun saat ini mengalami kesukaran, tetap katakan, "Allah itu baik selama-lamanya." --LIN/www.renunganharian.net
BUKAN SEWAKTU-WAKTU ALLAH MENYATAKAN KEBAIKAN-NYA, MELAINKAN SELAMA-LAMANYA, DI SEPANJANG UMUR KEHIDUPAN KITA.
Please sign-in/login using: