Renungan Harian
TERPIKAT PRIBADI-NYA
06 November 2026
Tuhan Yesus menyatakan kepada Simon bahwa ia akan menjadi penjala manusia. Sebentar kemudian, sesudah menarik perahu-perahunya ke darat, Simon meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Sungguh sebuah tanggapan spontan yang mengagumkan karena "segala sesuatu" yang ditinggalkan itu mengagumkan. Sebelumnya, Yesus menyuruh Simon bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Dan ia pun menangkap sejumlah besar ikan. Jika ikan-ikan itu dijual, akan didapatkannya banyak sekali uang.
Simon tak keberatan meninggalkan pemberian dari Tuhan karena hatinya telah terpikat oleh pribadi Sang Pemberi. Saat ini, sedikit saja dijumpai orang yang rela meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Tuhan. Malahan ada yang sebaliknya, mereka meninggalkan Tuhan karena (merasa) tak lagi mendapat sesuatu dari-Nya. Rupa-rupanya, bukan pribadi-Nya yang memikat hati mereka, tetapi tangan-Nya. Selama ini setia beribadah kepada Tuhan hanya karena mengharap pemberian-Nya, seperti keharmonisan hubungan rumah tangga, kenaikan jabatan, atau kelancaran usaha. Dampaknya, ketika datang kesukaran atau masalah, tak ada lagi kesediaan untuk beribadah, apalagi melayani.
Segala sesuatu di tangan Tuhan sifatnya mengagumkan. Tak heran, sangat mudah hati kita terpikat olehnya. Namun, baiklah saat ini kita menyadari betapa jauh lebih mengagumkan pribadi-Nya. Dialah sumber dari setiap kebaikan. Pada-Nyalah seharusnya hati kita terpikat. Karena itu, janganlah kita, demi mengikut Tuhan, tak rela kehilangan pemberian-Nya karena Dia sanggup memberi secara jauh lebih melimpah. Pun jangan kita meninggalkan Tuhan karena merasa Dia tak lagi memberi apa-apa karena Dia telah memberi yang terbaik, yaitu keselamatan jiwa kita. --LIN/www.renunganharian.net
Simon tak keberatan meninggalkan pemberian dari Tuhan karena hatinya telah terpikat oleh pribadi Sang Pemberi. Saat ini, sedikit saja dijumpai orang yang rela meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Tuhan. Malahan ada yang sebaliknya, mereka meninggalkan Tuhan karena (merasa) tak lagi mendapat sesuatu dari-Nya. Rupa-rupanya, bukan pribadi-Nya yang memikat hati mereka, tetapi tangan-Nya. Selama ini setia beribadah kepada Tuhan hanya karena mengharap pemberian-Nya, seperti keharmonisan hubungan rumah tangga, kenaikan jabatan, atau kelancaran usaha. Dampaknya, ketika datang kesukaran atau masalah, tak ada lagi kesediaan untuk beribadah, apalagi melayani.
Segala sesuatu di tangan Tuhan sifatnya mengagumkan. Tak heran, sangat mudah hati kita terpikat olehnya. Namun, baiklah saat ini kita menyadari betapa jauh lebih mengagumkan pribadi-Nya. Dialah sumber dari setiap kebaikan. Pada-Nyalah seharusnya hati kita terpikat. Karena itu, janganlah kita, demi mengikut Tuhan, tak rela kehilangan pemberian-Nya karena Dia sanggup memberi secara jauh lebih melimpah. Pun jangan kita meninggalkan Tuhan karena merasa Dia tak lagi memberi apa-apa karena Dia telah memberi yang terbaik, yaitu keselamatan jiwa kita. --LIN/www.renunganharian.net
SEANDAINYA DIHARUSKAN UNTUK MEMILIH, SEDIANYA KITA TETAP MENGIKUT TUHAN MESKI HARUS MENINGGALKAN SEGALANYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.