ALLAH DI DALAM KOTAK

Baca: 1 SAMUEL 4:1-11


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 26-28

Orang Israel berperang melawan bangsa Filistin tanpa adanya perintah dari Tuhan. Mereka kalah. Sekitar empat ribu orang tewas. Bukannya bertobat, mereka malah menyalahkan Tuhan, lalu membawa tabut perjanjian ke medan perang. Tabut itu adalah sebuah peti kayu yang merupakan lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Mereka berpikir bahwa kehadiran tabut itu akan menjadi jaminan kemenangan mereka. Mereka mengira bisa menaruh Allah di dalam sebuah kotak dan mengatur-Nya. Namun yang terjadi ialah: Israel terpukul kalah. Tiga puluh ribu orang tewas. Bahkan, tabut Allah dirampas orang Filistin.

Seperti halnya orang Israel, kadang-kadang kita berusaha memperalat bahkan memanipulasi Allah. Kita melakukan ritual tertentu demi memperoleh keinginan kita. Ada yang berpikir bahwa dengan memberi persembahan, kita dapat memaksa Allah memberkati kita secara finansial. Ada yang mengira bahwa karena rajin melayani di gereja, itu akan jadi jaminan bahwa Allah akan memberi yang kita inginkan. Tentu saja Allah memberkati orang-orang yang memberi persembahan, serta yang melayani Dia dengan tulus. Tetapi kita tidak dapat memanipulasi Dia dengan melakukan ritual tertentu. Dia Mahatahu. Dan Dia memiliki otoritas atas hidup kita.

Beberapa tahun kemudian, Samuel menantang umat Israel untuk sungguh-sungguh bertobat. Itulah yang akan membuat Tuhan melepaskan mereka dari penindasan orang Filistin (1Sam. 7:3). Ya, pertobatan sejati dari umat-Nyalah yang membuat Dia bertindak dan menolong umat-Nya. --HT/www.renunganharian.net


BUKAN RITUAL AGAMAWI, MELAINKAN PERTOBATAN SEPENUH HATILAH YANG AKAN MENGGERAKKAN ALLAH BERTINDAK ATAS KITA.


Navigation

Change Language

Social Media