ATASAN BAWAHAN

Baca: RUT 2:4-9


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 1-3

Berbagai survei menunjukkan bahwa banyak pekerja merasa tidak bahagia karena berbagai persoalan terkait dengan atasan mereka. Sebuah buku berjudul My Stupid Boss yang pertama kalinya terbit tahun 2009 menjadi buku laris dan bahkan telah terbit hingga menjadi beberapa seri, lalu diterbitkan dalam bentuk komik hingga dijadikan film. Ini menunjukkan bahwa banyak sekali keluhan dan ketidaksukaan yang dimiliki oleh para pekerja terhadap atasan atau bos mereka. Jika kita termasuk atasan di tempat kerja, ini adalah kabar buruk.

Kita dapat berkaca dari Boas. Ia adalah orang yang kaya raya, memiliki ladang gandum yang luas dan mempekerjakan banyak orang. Namun ia memperlakukan mereka dengan baik. Dari sapaannya (ay. 4), kita dapat simpulkan bahwa ia adalah seorang yang percaya kepada Allah. Dan imannya itu ia tunjukkan melalui sikapnya kepada para pekerjanya. Walau berstatus atasan, tapi ia menyapa mereka lebih dulu dengan ramah. Ia juga mengenali para pekerjanya, sehingga ia bahkan segera menyadari kehadiran orang asing di antara mereka. Ia memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, termasuk menunjukkan kemurahan hatinya kepada Rut, yang adalah seorang asing.

Sebagai pekerja, kita pasti memiliki atasan atau bawahan secara struktur organisasi, namun sesungguhnya mereka semua adalah rekan kerja kita. Bersama merekalah kita menghabiskan banyak waktu. Karenanya, merekalah seharusnya yang juga merasakan kasih kita, sebagai buah pengenalan kita akan Allah --HT/www.renunganharian.net


IMAN YANG BENAR TERCERMIN DALAM BAGAIMANA KITA BERELASI DENGAN ORANG LAIN, TERMASUK TERHADAP BAWAHAN DAN ATASAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media